Waspada! Maling Meteran Air PDAM Bergentayangan di Malang Raya, Ratusan Unit Dilaporkan Hilang
MALANG – Warga Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, aksi pencurian meteran air PDAM kembali marak dan meresahkan masyarakat.
Sejak awal 2024 hingga Maret 2026, ratusan meteran air dilaporkan hilang digondol maling di berbagai wilayah. Beberapa titik yang menjadi lokasi kejadian antara lain Sukun dan Candi Panggung di Kota Malang, serta Bantur dan Dampit di Kabupaten Malang.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Bantur AKP Totok Suprapto SH, MH saat dikonfirmasi pada Kamis (12/03/2026). Ia mengakui adanya laporan pencurian meteran PDAM di wilayah hukumnya.
“Benar, ada laporan pencurian meteran PDAM di wilayah kami. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, bila perlu memasang CCTV dan segera melapor ke Polsek terdekat. Kami siap melayani,” ujar AKP Totok.
Ratusan Meteran Dilaporkan Hilang
Sementara itu, saat awak media mendatangi kantor Perumda Kabupaten Malang, seorang petugas PDAM bernama Rudianto membenarkan maraknya pencurian tersebut.
Menurutnya, berdasarkan laporan yang masuk dari pelanggan, jumlah meteran yang hilang cukup signifikan.
“Di Kota Malang sudah lebih dari 130 meteran dilaporkan hilang. Sementara di wilayah Kabupaten Malang jumlahnya hampir 100 kasus berdasarkan laporan petugas kami di lapangan yang menerima pengaduan dari pelanggan,” jelasnya.
Rudianto menilai fenomena ini cukup unik karena terjadi hampir bersamaan di berbagai wilayah. Bahkan menurutnya, pencurian meteran air tersebut terkesan sistematis dan musiman, tidak hanya menjelang Lebaran tetapi juga pada bulan-bulan biasa.
Pihak PDAM juga sempat melakukan penelusuran ke pasar loak, namun tidak menemukan meteran air yang dicuri.
“Meteran air memiliki kode tertentu, sehingga sebenarnya mudah dilacak jika dijual secara terbuka,” tambahnya.
Modus Operandi Pelaku
Dari berbagai laporan warga, pelaku diduga menggunakan modus yang cukup rapi dan cepat.
1. Mengincar Rumah atau Ruko Sepi Pelaku biasanya menyasar rumah kosong, ruko, atau bangunan yang jarang diawasi, terutama pada malam hingga dini hari.
2. Melepas Meteran dengan Cepat Meteran berbahan kuningan dilepas menggunakan kunci pas atau alat khusus dalam hitungan detik.
3. Menyembunyikan Hasil Curian Pelaku kerap membawa karung putih atau menyembunyikan meteran di balik baju maupun sarung.
4. Beraksi Saat Dini Hari Banyak warga baru mengetahui kejadian tersebut pada pagi hari ketika air sudah meluber dari pipa yang dipotong.
Dampak Bagi Warga
Pencurian meteran air ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga menimbulkan berbagai dampak bagi warga, di antaranya:
Aliran air mati total
Halaman rumah tergenang air akibat kebocoran pipa
Warga harus melakukan perbaikan sendiri yang memakan biaya dan waktu
Tips Pengamanan Meteran Air
Untuk mencegah kejadian serupa, warga diimbau melakukan beberapa langkah pengamanan berikut:
Pasang Pelindung atau Gembok Gunakan kotak besi atau pelindung pada meteran air agar tidak mudah dilepas. Pengecekan Rutin Periksa kondisi meteran setiap pagi sebelum beraktivitas.
Aktifkan Siskamling Tingkatkan keamanan lingkungan terutama pada malam hingga dini hari. Pasang CCTV Jika memungkinkan, arahkan kamera pengawas ke area meteran air.
Jika Terjadi Pencurian
Apabila warga mengalami pencurian meteran air, segera lakukan langkah berikut:
Matikan valve utama atau stop kran untuk mencegah air terbuang
Laporkan ke PDAM untuk penanganan teknis
Laporkan ke RT/RW atau kepolisian agar kasus dapat ditindaklanjuti
Masyarakat diharapkan tetap waspada dan saling menjaga keamanan lingkungan agar aksi pencurian meteran air ini tidak semakin meluas.