Malang | Krisnanewstv.com –
Peristiwa kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun dilaporkan terserempet Kereta Api (KA) Jayabaya jurusan Malang–Jakarta saat bermain sepeda di sekitar jalur rel, Sabtu (3/1/2026).
Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 13.50 WIB di jalur rel KM 3+37 petak jalan Simpati Kavling II, Desa Losari, Kecamatan Singosari. Korban diketahui bernama Alvito Maulana Uwais (6), warga Kota Surabaya.
Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban saat itu sedang bermain sepeda BMX di area yang berdekatan langsung dengan jalur rel kereta api.
“Korban sedang bermain sepeda di sekitar rel. Saat KA Jayabaya melintas dari arah selatan ke utara, korban diduga berada terlalu dekat dengan jalur rel sehingga terserempet kereta,” ujar AKP Bambang, Minggu (4/1/2026).

Menurut keterangan saksi di lokasi, lanjut Bambang, masinis KA Jayabaya sempat membunyikan klakson atau semboyan peringatan secara berulang sebelum kejadian. Namun, jarak korban yang terlalu dekat dengan rel membuat benturan tidak dapat dihindari.
“Setelah kereta melintas dan berhenti tidak jauh dari lokasi, warga menemukan korban dalam kondisi terlentang di sisi timur rel,” ungkapnya.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami sejumlah luka, di antaranya luka di bagian belakang kepala, patah tulang lengan kanan, serta mengeluarkan darah dari mulut. Korban kemudian segera dievakuasi oleh petugas bersama warga sekitar dan dibawa ke RS Prima Husada untuk mendapatkan perawatan medis.
Petugas dari Polsek Singosari bersama unit terkait Polres Malang telah melakukan penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP), termasuk olah TKP, pendataan saksi, serta koordinasi dengan pihak perkeretaapian.
“Kami telah melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur yang berlaku,” tegas AKP Bambang.
Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada dan tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal atau beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api, agar selalu berhati-hati dan menjaga jarak aman dari rel. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar AKBP Danang.
Pihak kepolisian berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak bermain di area yang berbahaya seperti jalur rel kereta api.
(dwi/hms).

