Malang Krisnanewstv.co.id – Upaya menjaga kelestarian pesisir selatan kembali diperkuat melalui Gladi Kesiapsiagaan Penanaman Pohon/Vegetasi Pantai Tamban Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (10/12/2025) pukul 08.45 WIB di Pantai Tamban, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, ini menjadi langkah nyata menghadapi ancaman abrasi serta perubahan iklim yang semakin meningkat.
Di tengah hantaman ombak Laut Selatan yang terus menggerus bibir pantai, ratusan peserta lintas instansi hadir untuk menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak hanya wacana, tetapi aksi nyata. Melalui penanaman pohon mangrove dan vegetasi pantai lainnya, seluruh unsur berupaya membangun benteng alami penyelamat ekosistem pesisir.
Pejabat dan Peserta Hadir dalam Kegiatan
Pejabat Undangan:
- Purwoto – Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Malang
- Kapten Inf Harianto – Mewakili Dandim 0818/Malang-Batu
- Kapten Mar Andi Basori – PJ Pasi Ops Mar
- Supriyanto – Satpol PP Kabupaten Malang
- Jefri Adi – Kominfo Kabupaten Malang
- Sukirno – Waka Perhutani Kabupaten Malang
- Febriana Restanti – Mewakili Camat Sumbermanjing Wetan
- Bripka Edi Subagiyo – Mewakili Kapolsek Sumbermanjing Wetan
- Agus Harianto – Kepala Desa Tambakrejo
Peserta Apel:
Tercatat lebih dari 300 peserta dari berbagai unsur hadir, di antaranya BPBD, Bappeda, BMKG Karangkates, Kodim 0818, TNI AL, Lanal, Satpol PP, DKP Jatim, Dinas LH, Dinas Pariwisata, Perhutani, FPRB, PMI, Pramuka, MDMC, TAGANA, RAPI, RRI, hingga relawan Pantai Selatan Rescue serta perangkat Desa Tambakrejo.
Rangkaian Kegiatan
Kepala Desa Tambakrejo, Agus Harianto, menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan apel kesiapsiagaan, dan kemudian dilakukan penanaman bibit mangrove dan vegetasi pendukung di kawasan rawan abrasi Pantai Tamban.
Pesan Kepala Pelaksana BPBD Malang
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa mitigasi perubahan iklim harus dilakukan sejak dini.
“Setiap batang mangrove yang ditanam hari ini adalah benteng pertahanan pertama dari amukan ombak. Mangrove bukan hanya pelindung pantai, tetapi juga rumah bagi biota laut seperti kepiting dan ikan,” tegasnya.
Purwoto menambahkan bahwa seluruh unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan area, menyiapkan bibit, serta melakukan penanaman secara serentak.
Tiga Pilar Kesiapan
- Kesiapan Komunitas
Warga Desa Tambakrejo yang selama ini terdampak abrasi kini menjadi garda terdepan. Mereka tidak hanya menanam, tetapi siap menjadi penjaga kelestarian pesisir.
- Kesiapan Akademis
BPBD membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mendampingi program jangka panjang melalui kajian lingkungan dan monitoring ekosistem.
- Kesiapan Pemerintah
Dukungan penuh dari berbagai instansi membuktikan komitmen nyata pemerintah dalam menyelamatkan pesisir selatan Jawa Timur dan membangun ekosistem yang lebih kuat.
Makna Besar Kesiapsiagaan Ini
Gladi kesiapsiagaan ini meneguhkan bahwa:
Pantai Tamban harus tetap lestari.
Ekosistem pesisir harus dipertahankan.
Masyarakat harus berdaya dan siap menghadapi ancaman bencana.
Gerakan ini bukan sekadar menanam pohon—ini adalah gerakan menanam harapan, satu batang demi satu batang, demi masa depan pesisir yang hijau dan sejahtera.
Tamban siap menjadi contoh mitigasi bencana berbasis vegetasi.
Pohon-pohon mangrove yang ditanam hari ini akan menjadi saksi bisu upaya bersama menjaga bumi. (Suryadi)

