Krisnanewstv.co.id | Malang – Di tengah sorotan publik terkait pembangunan gerai KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih), Pemerintah Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, memilih langkah yang tak hanya administratif, tetapi juga humanis: membuka ruang dialog, meredam prasangka, dan merangkul semua pihak dalam satu meja klarifikasi, Selasa (7/4/2026).
Bertempat di Kantor Desa Rejoyoso, forum ini menjadi titik temu antara pemerintah desa, masyarakat, pendamping, hingga insan pers—setelah mencuatnya pemberitaan mengenai perbedaan penggunaan pintu lipat pada gerai KDKMP yang dinilai tidak seragam dengan desa lain yang menggunakan pintu harmonika.
Kepala Desa Rejoyoso, Abdul Manaf, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar menjawab isu, tetapi menjaga kepercayaan publik.
“Kami tidak ingin ada sekat antara pemerintah desa dan masyarakat. Klarifikasi ini adalah bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen kami untuk tetap transparan dan terbuka,” tegasnya.
Dari sisi jurnalis, Suryadi Eka Dharma dari Tabloid Pilar Post menjelaskan bahwa pemberitaan sebelumnya lahir dari suara warga yang menginginkan kejelasan, bukan untuk memperkeruh suasana.
“Ini murni aspirasi masyarakat. Harapannya sederhana: pembangunan berjalan baik, transparan, dan tidak menimbulkan tanda tanya,” ujarnya.
Suara warga pun tersampaikan melalui Kasi Kesejahteraan, Timbul Lestari. Mereka mengusulkan agar pintu gerai menggunakan model harmonika, demi keseragaman dan pertimbangan keamanan.
Namun, Tim Pendamping dari Kodim 0818/Malang-Batu memastikan bahwa pembangunan telah berjalan sesuai prosedur dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Meski demikian, aspirasi warga tidak diabaikan—justru dijadikan bahan evaluasi untuk penyempurnaan ke depan.
Hasilnya, suasana yang semula berpotensi memanas justru berubah menjadi ruang saling memahami. Tidak ada pihak yang ditinggalkan, tidak ada suara yang diabaikan.

Tabloid Pilar Post pun menyatakan komitmennya untuk menghadirkan pemberitaan klarifikasi yang lebih berimbang, sekaligus mendukung keberlanjutan program KDKMP sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.
Di Rejoyoso, polemik tak disulut menjadi konflik. Ia dipeluk, didengar, lalu dicarikan jalan tengah,sebuah potret bahwa komunikasi yang terbuka masih menjadi kunci utama menjaga harmoni di tengah pembangunan.(aripin setro)

