Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Tinjau Penanganan Bencana Aceh Tamiang

Img 20251228 Wa0029

ACEH TAMIANG | krisnanewstv.co.id — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri dalam mempercepat penanganan dan pemulihan dampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.
Dalam kunjungannya, Wakapolri menyampaikan bahwa Polri telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan pelayanan, pengamanan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak dapat berjalan optimal. Upaya tersebut meliputi dukungan kendaraan operasional, pengerahan personel tambahan, hingga penyaluran bantuan logistik.


“Saat ini Polri telah memiliki sekitar 20 kendaraan operasional, ditambah dua kendaraan baru. Namun kami masih terus melakukan pemenuhan hingga mencapai sekitar 100 kendaraan agar operasional anggota di lapangan dapat berjalan maksimal selama satu bulan ke depan, terutama menjelang Ramadhan,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo, Sabtu (27/12).


Selain dukungan kendaraan, Polri juga memfokuskan upaya pada percepatan pembukaan jalur logistik yang terdampak bencana. Untuk mendukung hal tersebut, disiapkan tujuh unit alat berat ekskavator, delapan unit kendaraan pendukung, serta bantuan logistik berupa sembako yang disalurkan menggunakan empat unit truk.
Bantuan logistik tersebut diperuntukkan tidak hanya bagi masyarakat terdampak dan para pengungsi, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan personel yang bertugas di lapangan.


“Bantuan ini dibutuhkan baik untuk masyarakat terdampak di pengungsian maupun untuk anggota yang bertugas, agar penanganan di lapangan dapat berjalan seimbang dan berkelanjutan,” jelas Wakapolri.


Dari sisi penguatan personel, Wakapolri mengungkapkan bahwa sejak malam sebelumnya telah tiba sekitar 100 personel tambahan, dan dalam waktu dekat akan menyusul sekitar 200 personel lainnya. Dengan demikian, total sekitar 300 personel Brimob akan diperbantukan di wilayah Aceh Tamiang dan disebar ke desa-desa serta kecamatan sesuai kebutuhan.


Dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga memprioritaskan penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Hingga saat ini, 83 sumur bor telah beroperasi dari target hampir 100 titik yang dibutuhkan. Sumur bor tersebut dimanfaatkan untuk rumah warga, tempat ibadah, lokasi pengungsian, hingga sarana pendidikan.

1001181628


“Air bersih menjadi kebutuhan utama. Anak-anak juga harus bisa kembali bersekolah, sehingga rumah warga, tempat ibadah, pengungsian, dan sekolah menjadi prioritas kami,” tegas Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Selain itu, Polri juga akan melakukan pendataan kebutuhan perlengkapan lainnya, termasuk seragam dan perlengkapan personel, yang akan disuplai dari Jakarta sesuai kebutuhan di lapangan. Untuk sektor infrastruktur, Polri berkolaborasi dengan Brimob dan instansi terkait dalam perbaikan serta pembangunan jembatan yang rusak akibat bencana.


“Ini merupakan kebutuhan mendesak yang akan segera saya laporkan kepada Bapak Kapolri. Apa yang bisa kami eksekusi langsung, akan segera kami laksanakan tanpa menunggu,” pungkas Wakapolri.


Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi Aceh Tamiang, memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, serta mendukung masyarakat agar dapat kembali beraktivitas secara aman dan normal.
(Tim/Red)

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!