MALANG, Krisnanewstv.co.id – Warga Kedung Pendaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, dibuat geger dengan penemuan benda yang diduga peluru mortir di sebuah tempat penimbunan barang bekas (rosokan) milik Sarimun, Senin (20/7/2026).
Penemuan benda berbahaya tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Khawatir membahayakan keselamatan, pemilik rosokan segera melaporkan temuannya kepada pihak kepolisian.
Menerima laporan tersebut, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan dengan memasang garis polisi agar masyarakat tidak mendekat ke area penemuan.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di antara tumpukan besi tua dan barang bekas untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lainnya yang terselip.
Kapolsek setempat menjelaskan, benda tersebut ditemukan saat pemilik rosokan memilah barang bekas yang baru masuk. Karena bentuknya menyerupai amunisi, pemilik memilih tidak menyentuhnya dan segera meminta bantuan aparat.
“Benda yang ditemukan diduga merupakan peluru mortir yang masih utuh dan berpotensi membahayakan. Lokasi langsung kami amankan, kemudian benda tersebut dievakuasi untuk ditangani oleh tim yang berwenang,” jelas petugas di lokasi.
Selama proses evakuasi berlangsung, warga diminta menjauh dari lokasi demi menghindari risiko yang tidak diinginkan. Aparat juga melakukan penyisiran di sekitar area penimbunan untuk memastikan tidak ada mortir maupun bahan peledak lain yang tertinggal.
Kepolisian mengapresiasi langkah cepat pemilik rosokan yang tidak mencoba memindahkan atau membongkar benda tersebut. Tindakan tersebut dinilai sangat tepat karena dapat mencegah potensi kecelakaan yang membahayakan jiwa.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak pernah memegang, memindahkan, ataupun menyimpan benda mencurigakan yang diduga merupakan amunisi, bom, atau bahan peledak.
“Apabila menemukan benda yang menyerupai peluru, granat, mortir, atau bahan peledak lainnya, segera laporkan kepada kepolisian. Jangan mengambil risiko dengan mencoba memindahkannya sendiri karena benda tersebut bisa saja masih aktif dan berbahaya,” tegas pihak kepolisian.
Hingga proses evakuasi selesai, situasi di lokasi dilaporkan berlangsung aman dan kondusif.
(Ms.)

