SURABAYA – Di bawah terik matahari yang menyengat aspal arena ujian praktik SIM, langkah Tori tak pernah surut. Peluh yang membasahi wajahnya seolah tak berarti dibanding tekadnya untuk terus melayani masyarakat. Pria paruh baya yang bertugas sebagai pemandu praktik ujian Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas SIM Colombo Surabaya ini telah mendedikasikan lebih dari sepuluh tahun hidupnya untuk membantu para pemohon SIM, dengan ketulusan yang jauh dari kata pamrih.
Setiap hari, arena ujian praktik Satpas SIM Colombo di wilayah hukum Polrestabes Surabaya menjadi saksi pengabdiannya. Bersama tim Pokja Praktik, Tori setia mendampingi para pemohon SIM dengan sabar, memberikan arahan, aba-aba, hingga tips berkendara yang aman dan benar. Bagi Tori, tugas itu bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab untuk ikut menjaga keselamatan masyarakat di jalan raya.

Panas terik maupun hujan yang mengguyur tak pernah menjadi alasan baginya untuk berhenti. Dengan semangat yang tetap menyala, ia memastikan setiap peserta ujian memahami prosedur dan teknik berkendara yang baik. Di tengah padatnya aktivitas pelayanan, Tori hadir sebagai sosok yang menenangkan, terutama bagi pemohon SIM yang kerap datang dengan rasa gugup dan cemas.
Dengan gaya bicara yang santai, ramah, namun tetap tegas pada aturan keselamatan, Tori mampu mencairkan suasana. Tak sedikit pemohon SIM yang mengaku merasa lebih percaya diri setelah mendapatkan arahan darinya. Sentuhan humanis itulah yang membuat kehadiran Tori begitu berarti di tengah proses pelayanan publik yang sering kali menegangkan bagi masyarakat.
Dedikasi dan kerja keras Tori pun tak luput dari perhatian pimpinan. Apresiasi telah berulang kali datang dari jajaran Kapolres, Kasatlantas, hingga Kanit Regident Satpas SIM Colombo. Di mata para pimpinan, Tori merupakan potret nyata semangat pelayanan Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis, ramah, dan dekat dengan masyarakat.
Di usianya yang tak lagi muda, semangat Tori justru menjadi inspirasi. Ia membuktikan bahwa pengabdian sejati tidak selalu diukur dari seragam atau jabatan, tetapi dari ketulusan hati dalam melayani sesama. Selama lebih dari satu dekade, ia menjadi bagian penting dari wajah pelayanan Satpas SIM Colombo yang terus berupaya memberikan layanan cepat, transparan, dan berkeadilan.
Kisah Tori menjadi pengingat bahwa di balik sebuah institusi besar, selalu ada sosok-sosok sederhana yang bekerja dengan cinta, keikhlasan, dan dedikasi penuh. Pengabdian yang ia tunjukkan bukan hanya memberi dampak bagi kelancaran pelayanan SIM, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pelayan publik lainnya untuk terus bekerja keras, berbuat baik, dan melayani sepenuh hati.
Pengabdian Tori di Satpas SIM Colombo adalah bukti bahwa kebaikan yang dilakukan secara konsisten, sekecil apa pun, dapat memberi dampak besar bagi keselamatan masyarakat dan kemajuan pelayanan publik di Kota Surabaya.ag/hum

