SIDOARJO | Krisnanewstv.co.id – Dugaan praktik produksi oli palsu berbahan dasar oli bekas diduga berlangsung di wilayah Desa Krembangan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Informasi ini mencuat setelah sejumlah warga dan narasumber menyampaikan adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyimpanan drum-drum berisi cairan yang diduga digunakan dalam proses pengolahan oli.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, lokasi yang berada di area semak-semak dekat kawasan perumahan tersebut diduga menjadi tempat penampungan sejumlah drum yang berisi oli. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena apabila benar terjadi praktik pengolahan oli bekas secara ilegal, maka berpotensi membahayakan keselamatan konsumen, lingkungan, serta merugikan produsen resmi.
Salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya mengaku mengetahui adanya aktivitas keluar masuk drum di lokasi tersebut. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi awak media untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.
Menurut berbagai sumber yang berhasil dihimpun, modus yang diduga digunakan dalam praktik tersebut adalah memanfaatkan oli bekas yang dikumpulkan dari berbagai sumber untuk kemudian diolah kembali secara sederhana. Oli bekas yang sejatinya termasuk limbah berbahaya diduga dipanaskan dan dicampur dengan sejumlah bahan tambahan sebelum dikemas ulang menyerupai produk pelumas bermerek.
Apabila dugaan tersebut terbukti, maka praktik tersebut berpotensi melanggar berbagai ketentuan hukum yang mengatur perlindungan konsumen, lingkungan hidup, serta hak kekayaan intelektual.
Berpotensi Menimbulkan Kerugian Besar
Penggunaan oli yang tidak memenuhi standar berisiko menyebabkan kerusakan mesin kendaraan karena tidak memiliki kualitas pelumasan sebagaimana produk resmi yang telah melalui proses pengujian laboratorium.
Selain itu, kendaraan yang menggunakan pelumas tidak sesuai spesifikasi dapat mengalami gangguan performa hingga kerusakan komponen mesin. Dalam kondisi tertentu, kerusakan mendadak pada kendaraan juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Tidak hanya itu, apabila limbah hasil pengolahan dibuang sembarangan, maka dapat mencemari tanah dan sumber air di sekitar lokasi.
Warga Minta Aparat Lakukan Pengecekan
Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di tengah masyarakat.
“Kami berharap pihak berwenang turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya. Jika memang tidak ada pelanggaran tentu bisa memberikan kepastian kepada masyarakat. Namun jika ditemukan pelanggaran, kami berharap dapat segera ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ujar salah satu warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut-sebut terkait dugaan aktivitas tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.
Kasus ini diharapkan mendapat perhatian dari aparat penegak hukum untuk dilakukan penyelidikan dan verifikasi lebih lanjut sehingga fakta sebenarnya dapat terungkap secara objektif dan transparan.
(Tim)

