DEWAN PENGAWAS BPJS KESEHATAN APRESIASI PELAYANAN RS BHAYANGKARA SURABAYA

Img 20260311 Wa0038

Surabaya – Dewan Pengawas BPJS Kesehatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, Selasa (10/3/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Afif Johan, bersama rombongan dalam rangka memastikan pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan optimal.

Rombongan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan disambut oleh Kabid Dokkes Polda Jawa Timur Kombes Pol dr. Wahono Edhi serta Karumkit Bhayangkara Surabaya Kombes Pol Bayu Dharma Shanti.

Dalam kesempatan tersebut, Afif Johan menjelaskan bahwa kegiatan sidak ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan guna memastikan penyelenggaraan program JKN berjalan sesuai ketentuan dan memberikan pelayanan yang adil bagi seluruh masyarakat.

“Kami melakukan kunjungan pengawasan langsung di Jawa Timur, yaitu ke RSUD dr. Soetomo dan RS Bhayangkara Surabaya untuk memastikan penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional berjalan adil dan berkualitas tanpa membedakan pasien BPJS maupun pasien umum,” ujar Afif Johan.

Dalam kunjungan tersebut, Afif bersama tim juga meninjau langsung sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari pelayanan rawat jalan, rawat inap hingga ruang ICU.Ia mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh RS Bhayangkara Surabaya yang dinilai mampu memberikan layanan kesehatan yang baik kepada masyarakat tanpa membedakan pasien BPJS, pasien asuransi maupun pasien umum.

“Kami mengapresiasi RS Bhayangkara Surabaya yang telah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat tanpa diskriminasi,” ungkapnya.

Menurut Afif, hal tersebut merupakan komitmen Polri yang sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi rumah sakit Bhayangkara di daerah lainnya.Selain itu, Afif juga menilai sejumlah rumah sakit di Jawa Timur telah melakukan inovasi pelayanan, termasuk pemanfaatan digitalisasi layanan kesehatan untuk meningkatkan kenyamanan pasien serta mengurangi keluhan terkait antrean.

“Kami melihat di RSUD dr. Soetomo maupun RS Bhayangkara Surabaya sudah ada inovasi berbasis digitalisasi yang membantu mengurangi keluhan masyarakat, terutama terkait antrean pelayanan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Afif menyebut BPJS Kesehatan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Saat ini, program JKN telah mencakup sekitar 280 juta peserta di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Dewan Pengawas bersama Direksi BPJS Kesehatan juga membuka ruang aspirasi masyarakat melalui program penyerapan aspirasi guna mendorong perbaikan layanan kesehatan di masa mendatang.

“Kami memiliki komitmen bersama untuk terus memperbaiki layanan. Salah satunya melalui kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat agar seluruh peserta dapat memberikan masukan untuk peningkatan pelayanan BPJS Kesehatan ke depan,” pungkasnya.(Ag/Hum)

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!