Abdul Ghofur Respon Cepat Normalisasi Sungai Balong, Bersinergi dengan Dinas SDA Kabupaten Malang

Img 20260303 Wa0033

Balong (Malang) – Ancaman banjir yang mengintai jembatan penghubung Dusun Balong dan Dusun Wotgalih, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, mendapat respon cepat dari wakil rakyat. Setelah adanya laporan warga terkait penyumbatan aliran sungai akibat sampah, kayu, dan pepohonan, langkah korektif langsung dilakukan pada Senin (02/03/2026).

Penyumbatan saluran air diketahui menjadi pemicu utama meluapnya sungai saat debit meningkat, terutama ketika intensitas hujan tinggi. Kondisi tersebut sempat mengkhawatirkan warga karena berpotensi menggerus pondasi jembatan yang menjadi akses vital penghubung antar dusun.

Legislator DPRD Kabupaten Malang dari Partai NasDem, Abdul Ghofur, yang juga putra daerah Rejoyoso, menegaskan pentingnya pembenahan dan perawatan drainase secara berkala sebagai langkah preventif.

“Saluran air harus dirawat rutin. Jangan sampai kita bergerak setelah terjadi bencana. Pencegahan jauh lebih penting demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Sinergi dengan Dinas SDA Kabupaten Malang

Berkat koordinasi cepat antara DPRD dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Malang, alat berat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan normalisasi sungai. Proses pengerukan sedimen serta pembersihan sampah dilakukan guna memastikan aliran air kembali lancar dan mengurangi risiko luapan.

Kehadiran alat berat jenis excavator (bego) mempercepat proses pengerjaan, yang juga melibatkan gotong royong warga setempat.

Salah satu tokoh masyarakat Balong, Timbul atau M. Lestari, menyampaikan apresiasi atas respons cepat tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Dewan Abdul Ghofur yang sigap menindaklanjuti keluhan warga dan bersinergi dengan Dinas SDA. Harapan kami, ke depan jalan dan jembatan di wilayah ini juga mendapat perhatian perbaikan,” ujarnya.

Komitmen Preventif ke Depan

Langkah ini menjadi bukti komitmen bersama antara DPRD Kabupaten Malang dan dinas teknis dalam merespons aspirasi masyarakat. Upaya preventif seperti kerja bakti rutin, pengawasan titik rawan, serta perbaikan teknis aliran sungai di kawasan Balong akan terus didorong agar tidak terjadi penyumbatan kembali.

Sinergi pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menjaga infrastruktur sumber daya air tetap optimal, demi keselamatan dan kenyamanan warga.

(Suryadi)

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!