Krisnanewstv.co.id | Mojokerto – Polda Jawa Timur resmi membuka Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, Mojokerto. Sebanyak 971 peserta didik dari berbagai Polda di Indonesia resmi memulai proses pendidikan yang menjadi gerbang utama pembentukan polisi profesional, berkarakter, dan berintegritas tinggi di tengah tantangan era digital dan sorotan publik yang semakin tajam.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si menegaskan bahwa Diktuk Bintara Polri 2026 bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan fondasi pembentukan moral, etika, dan integritas anggota Polri. Ia mengingatkan, satu kesalahan prosedur atau perilaku arogan dapat berdampak luas dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, baik di lapangan maupun di ruang digital.
Dalam amanatnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si menegaskan bahwa pendidikan Bintara Polri merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, moral, dan integritas anggota Polri di tengah tantangan era digital.“Pendidikan ini bukan hanya membentuk kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga karakter, moral, dan integritas.
Sedikit saja kesalahan prosedur atau perilaku arogan dapat berdampak luas dan meruntuhkan kepercayaan publik,” tegas Irjen Nanang.
Kapolda Jatim juga mengingatkan para siswa untuk menjadikan masa pendidikan sebagai kawah candradimuka dalam membangun disiplin, pengendalian diri, serta etika, termasuk dalam penggunaan media sosial.

“Seragam Polri adalah simbol kehadiran negara. Jaga marwah itu, baik saat bertugas di lapangan maupun di ruang digital,” ujarnya.Selain profesional, Kapolda Jatim menekankan pentingnya mewujudkan sosok Polri yang humanis, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Kita membutuhkan polisi yang tegas menegakkan hukum, namun tetap humanis, hadir menolong masyarakat, serta mampu menjadi pemecah masalah,” kata Irjen Nanang.
Kepada jajaran SPN Polda Jatim dan tenaga pendidik, Kapolda Jatim juga memberikan penekanan khusus agar proses pendidikan dilaksanakan secara profesional tanpa kekerasan.“Keteladanan adalah metode pendidikan paling efektif.
Tidak boleh ada budaya kekerasan dalam proses pembentukan Bintara Polri,” pungkasnya. Upacara pembukaan Diktuk Bintara Polri tersebut turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce, pejabat utama Polda Jatim, Forkopimda Kabupaten Mojokerto, serta tenaga pendidik dan peserta didik Bintara Polri. (Ag)

