Krisnanewstv.co.id | MALANG – Kemajuan teknologi tidak selalu menggerus budaya lokal. Justru sebaliknya, inovasi terbaru dari tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) membuktikan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat menjadi alat efektif untuk melestarikan warisan budaya bangsa.
Melalui platform berbasis AI bernama “Dolanan Jawa”, tim peneliti UM berhasil menghadirkan sistem yang mampu mengoreksi tulisan tangan aksara Jawa siswa sekolah dasar secara otomatis dan real-time. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi atas rendahnya minat belajar aksara Jawa sekaligus meringankan beban guru dalam proses penilaian.

Riset yang didanai melalui skema Penelitian Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Pendanaan Internal UM (Non-APBN) Tahun 2026 ini dipimpin oleh Rika Mellyaning Khoiriya, M.Pd., dosen Program Studi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan UM. Penelitian turut melibatkan Prof. Dr. Alif Mudiono, M.Pd., Dr. Hj. Titik Harsiati, M.Pd., serta peneliti internasional Norazrena binti Abu Samah dari Universiti Teknologi Malaysia.
Selain itu, tiga mahasiswa PGSD FIP UM, yakni Ikhwan Ardhiansyah, Aureal Sheva Vinardi, dan Dewi Sekar Sari, ikut berkontribusi dalam pengembangan teknologi berbasis Augmented Reality (AR). Uji coba dilakukan bersama SDN Lowokwaru 5 Kota Malang.
Selama ini pembelajaran aksara Jawa di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala. Bentuk huruf yang rumit membuat siswa kurang tertarik mempelajarinya, sementara proses koreksi tulisan masih dilakukan secara manual oleh guru sehingga membutuhkan waktu cukup lama.
Melalui platform Dolanan Jawa, persoalan tersebut dijawab dengan menggabungkan konsep permainan tradisional Jawa bersama teknologi Deep Learning, menggunakan arsitektur Convolutional Neural Networks (CNN) dan metode Transfer Learning ResNet-50.
Teknologi tersebut memungkinkan sistem mengenali pola tulisan tangan siswa, kemudian memberikan koreksi dan umpan balik secara langsung.
“Sistem koreksi otomatis berbasis deep learning memberikan umpan balik korektif secara real-time terhadap tulisan tangan aksara Jawa siswa. Ini mempercepat siklus latihan, mendorong self-regulated learning, sekaligus menurunkan beban koreksi manual guru,” tulis tim peneliti dalam laporannya.
Hasil pengujian terhadap 25 siswa kelas V SDN Lowokwaru 5 Kota Malang menunjukkan performa yang sangat baik. Model AI yang dilatih menggunakan 2.400 sampel tulisan tangan asli siswa berhasil mencatat akurasi 93,2 persen, dengan precision 92,7 persen dan F1-Score 92,2 persen.
Tidak hanya unggul dari sisi teknologi, kualitas pembelajaran yang dihadirkan juga memperoleh penilaian sangat baik dari para ahli bahasa Jawa dan teknologi pendidikan. Nilai validasi berada pada rentang 3,5 hingga 3,9 dari skala maksimal 4, mencakup kesesuaian tujuan pembelajaran, relevansi budaya lokal, kejelasan bahasa, hingga aspek antarmuka pengguna.

Kepala SDN Lowokwaru 5 Kota Malang, Ruri Patrarini Purwendyah, S.E., S.Pd., mengaku bangga sekolahnya dipercaya menjadi mitra utama dalam penelitian tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas terpilihnya SDN Lowokwaru 5 Kota Malang sebagai mitra utama dalam pengembangan platform ‘Dolanan Jawa’. Inovasi ini mampu menjembatani pembelajaran muatan lokal yang berakar pada tradisi dengan kemajuan teknologi modern. Platform ini membantu meningkatkan pencapaian akademik dan keterlibatan siswa sekaligus menjadi langkah nyata melestarikan literasi aksara Jawa di era digital,” ujarnya.
Antusiasme juga datang dari para siswa yang mengikuti uji coba. Salah seorang peserta mengaku senang karena dapat langsung mengetahui kesalahan tulisannya tanpa harus menunggu guru melakukan koreksi.
“Keren banget, pas aku nulis di layar, komputernya langsung tahu kalau tulisan aksara Jawa-ku ada yang salah. Jadi aku bisa langsung membetulkan sendiri,” ungkapnya.
Ke depan, tim peneliti UM akan melanjutkan pengembangan platform melalui proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi, serta penyempurnaan algoritma agar semakin adaptif terhadap berbagai kondisi pencahayaan saat proses pengambilan gambar tulisan tangan.
Keberhasilan Dolanan Jawa menjadi bukti bahwa kecerdasan buatan tidak hanya mendorong kemajuan teknologi, tetapi juga dapat menjadi instrumen strategis dalam menjaga identitas budaya bangsa. Platform ini bahkan berpotensi dikembangkan untuk pembelajaran berbagai aksara daerah lainnya di Indonesia, seperti aksara Bali, Sunda, hingga Bugis.
(Arifpin)

