MALANG | Krisnanewstv.co.id – Pemerintah Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menggelar kegiatan Bersih Dusun Balong di area Pesarean Mbah Nyai Endang Kemuningsari, Senin (6/7/2026). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Suro ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi, keselamatan, serta kesejahteraan yang dirasakan warga selama ini.
Tradisi tahunan yang juga dikenal sebagai suroan itu berlangsung penuh khidmat sekaligus sarat makna kebersamaan. Antusiasme warga Dusun Balong pun terlihat begitu besar. Ratusan warga dari berbagai RT hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat setempat.
Perangkat Desa Rejoyoso, Timbul (M. Lestari), menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menyukseskan acara tersebut. Menurutnya, kegiatan bersih dusun di Pesarean Mbah Nyai Endang Kemuningsari selalu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
“Alhamdulillah, antusiasme warga Dusun Balong luar biasa. Kami sangat mengapresiasi seluruh warga Dusun Balong yang telah kompak mendukung kegiatan ini, di bawah koordinasi bapak-bapak RT dan RW se-Pedukuhan Balong,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan itu dihadiri oleh sesepuh Dusun Balong, ibu-ibu Muslimat, tokoh agama, Ketua BPD, perangkat Desa Rejoyoso, para Ketua RT dan RW, serta Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP. Warga yang hadir berasal dari 16 RT yang ada di Dusun Balong, menandakan kuatnya rasa memiliki terhadap tradisi yang terus dijaga bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Rejoyoso dan masyarakat Dusun Balong yang tetap menjaga tradisi leluhur. Ia juga berpesan agar ke depan akses jalan menuju area makam dapat diperbaiki apabila anggaran desa memungkinkan.
“Kalau nanti ada anggaran, saya berharap jalan menuju areal makam ini bisa diperbaiki. Mengingat setiap tahun warga yang hadir dalam kegiatan ini sangat banyak, kompak, dan bisa mencapai sekitar 300 hingga 500 orang,” ujar Bayu.
Menurutnya, tradisi bersih dusun memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki, hasil bumi, dan kelancaran hidup, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong antarwarga.
“Saya mengapresiasi Pemdes Rejoyoso dan masyarakat Dusun Balong yang terus menjaga tradisi budaya leluhur. Ini adalah bentuk ungkapan syukur, sekaligus wujud kebersamaan dan gotong royong yang harus terus dirawat,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rejoyoso H. Abdul Manaf berharap kegiatan bersih dusun ini membawa keberkahan bagi seluruh warga. Ia juga memohon agar masyarakat, khususnya warga Dusun Balong dan umumnya warga Desa Rejoyoso, senantiasa dijauhkan dari penyakit, gangguan, maupun bencana.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap masyarakat mendapat berkah, dijauhkan dari penyakit, gangguan roh jahat, dan segala bencana. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat gotong royong seluruh warga melalui kerja bakti membersihkan lingkungan dan mempersiapkan kenduri bersama,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, bersih dusun dan bersih desa merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya agar adat istiadat serta kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap leluhur masih menjadi nilai penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan.suryadi

