MALANG | Krisnanewstv.co.id – Warga Dusun Sukorejo RT 44 RW 10, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dibuat geger dengan peristiwa kebakaran lahan kebun tebu pada Selasa (7/7/2026) siang. Kebun tebu seluas kurang lebih 23 hektare yang berada di lahan Tanah Kas Desa (TKD) / tanah pecaton Desa Tumpakrejo dilaporkan hangus terbakar saat tanaman tebu dalam kondisi siap panen.
Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya melakukan pemadaman secara manual sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.

Adapun saksi mata dalam kejadian tersebut di antaranya Salim (70), warga Dusun Gimbangan RT 38 RW 08 Desa Tumpakrejo, Yayan (30) warga Dusun Sukorejo RT 49 RW 10, serta Bandi (40) warga Sukorejo RT 49 RW 10 Desa Tumpakrejo.
Salim menuturkan, sebelumnya ia pergi ke kebun tebu dengan tujuan membakar daun tebu kering atau daduk. Sekitar pukul 10.15 WIB, ia mengira api sudah padam sehingga memutuskan pulang ke rumah. Namun, sekitar pukul 12.15 WIB, warga melihat api ternyata masih menyala di sekitar kebun milik Salim.
“Karena angin saat itu cukup kencang, api kemudian dengan cepat menjalar ke area kebun tebu Tanah Kas Desa Tumpakrejo,” ungkapnya.
Melihat kobaran api semakin membesar, pada pukul 14.15 WIB warga setempat bersama perangkat desa berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya. Upaya tersebut dilakukan sambil menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Malang.

Sekitar pukul 15.30 WIB, dua unit mobil Damkar Kabupaten Malang akhirnya tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan. Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, lahan tebu seluas kurang lebih 23 hektare dilaporkan terbakar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian material yang cukup besar karena tanaman tebu yang siap panen hangus dilalap api.
Dalam penanganan kejadian itu, hadir pula Kepala Desa Tumpakrejo Miselan, Babinsa Serda Didik Arifin, perwakilan BPBD Kabupaten Malang Agung Rahmadhani, perangkat Desa Tumpakrejo, serta warga masyarakat Sukorejo yang turut membantu proses pemadaman di lokasi.surya di

