Sidorejo, Malang Krisnanewstv.co.id —
Drama tarik ulur lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidorejo akhirnya menemukan titik terang. Setelah sempat memicu polemik dan keputusan yang dinilai prematur, pemerintah desa kini menetapkan lahan bekas SMP Karya sebagai lokasi final pembangunan.
Sebelumnya, rencana pembangunan sempat diarahkan ke bekas kantor dusun di depan Stadion Sidorejo. Namun keputusan itu menuai sorotan karena dinilai tidak memenuhi standar kelayakan. Ironisnya, bangunan kantor dusun sudah terlanjur diratakan meski prosesnya diklaim telah melalui Musyawarah Desa (Musdes).

Keputusan berubah, polemik mereda.
Melalui Musdes terbaru, pemerintah desa bersama masyarakat akhirnya mencapai kesepakatan: lahan bekas SMP Karya — aset desa yang lama terbengkalai — kini disulap menjadi pusat ekonomi baru.
Kepala Desa Sidorejo, M. Hery Junaedy, mengaku lega atas tercapainya kesepakatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa perubahan lokasi dilakukan setelah evaluasi menunjukkan lokasi awal tidak memenuhi syarat teknis.
“Alhamdulillah sudah ada titik temu. Lokasi awal memang kurang memenuhi standar, sehingga melalui Musdes diputuskan menggunakan lahan bekas SMP Karya yang merupakan aset desa,” ujarnya, Jumat (27/03/2026).
Tak hanya itu, polemik pembongkaran kantor dusun juga mendapat solusi. Berdasarkan kesepakatan, pihak Kodim 0818 Malang-Batu siap memberikan ganti rugi dengan membangun kembali fasilitas tersebut seperti semula.
Dari polemik ke peluang.
Pembangunan KDMP ini digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi desa—mulai dari meningkatkan nilai jual produk lokal hingga membuka lapangan kerja baru bagi warga.

Langkah ini juga menjadi cerminan bahwa keputusan strategis desa tak bisa lepas dari partisipasi publik. Musdes kembali menjadi ruang krusial dalam menentukan arah pembangunan—bukan sekadar formalitas, tapi penentu nasib aset dan masa depan desa.
Kini publik menunggu:
Akankah KDMP benar-benar menjadi solusi ekonomi, atau hanya proyek ambisi yang kembali menuai kontroversi?
suryadi

