Polisi, SAR, dan Keluarga Korban Akhiri Pencarian Warga Hilang di Pantai Balekambang

Img 20260207 Wa0051

Malang, Krisnanewstv.co.id – Harapan keluarga untuk menemukan LA (27), warga Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di alur laut Pantai Balekambang, harus berakhir dengan duka. Setelah tujuh hari melakukan pencarian tanpa hasil, tim gabungan bersama keluarga korban akhirnya memutuskan menghentikan operasi pencarian pada Sabtu (7/2/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu dini hari (1/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, korban diduga terseret ombak ketika beraktivitas di area palung laut Pantai Balekambang. Sejak laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI AL, Basarnas, SAR pantai, relawan, hingga pengelola kawasan wisata langsung bergerak melakukan pencarian secara intensif melalui jalur laut dan darat.

1001281918
1001281918

Ketua Unit Pantai Balekambang, Wijang, menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan secara maksimal. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik pesisir hingga perairan laut selatan Malang yang dikenal memiliki karakter ombak besar dan arus laut kuat.

“Memasuki hari ketujuh, hasil pencarian masih nihil. Tim menghadapi gelombang tinggi dan arus laut yang cukup kuat, sehingga proses penyisiran dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujar Wijang.

Ia menjelaskan, area pencarian sebelumnya telah dibagi menjadi beberapa sektor, meliputi wilayah perairan laut, pesisir pantai, hingga daratan sekitar lokasi kejadian. Seluruh unsur tim terus berkoordinasi untuk memperluas jangkauan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.

“Kami sudah mengerahkan seluruh potensi yang ada. Namun mempertimbangkan kondisi alam dan keselamatan tim, pencarian resmi diakhiri hari ini,” jelasnya.

Keputusan penghentian pencarian tersebut disampaikan langsung kepada pihak keluarga korban. Suasana haru pun menyelimuti lokasi operasi, mengingat harapan untuk menemukan korban masih tersisa hingga hari terakhir pencarian.

Wijang juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan selatan Malang. Area palung laut dikenal memiliki karakter arus bawah laut yang kuat dan berbahaya, terlebih saat cuaca tidak bersahabat.

“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat kami imbau tidak beraktivitas di area palung laut, terutama ketika ombak tinggi dan arus kuat,” pungkasnya.

Arifpin Setro

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!