Krisnanewstv.co.id | SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menegaskan kembali peran strategis Satuan Pengamanan dalam peringatan HUT Satpam ke-45 Tahun 2025 yang digelar di Dyandra, Surabaya. Momentum ini menjadi penegasan bahwa Satpam adalah mitra utama Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur, terutama dalam menghadapi tantangan kriminalitas dan ancaman keamanan berbasis teknologi.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., menekankan bahwa HUT Satpam ke-45 bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi penguatan profesionalisme dan integritas Satpam sebagai perpanjangan tangan Polri. Dengan mengusung tema “Satpam Bersatu, Berdaulat, Berdedikasi, dan Profesional”, Polda Jatim mendorong peningkatan kompetensi Satpam agar mampu mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) secara optimal dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., menegaskan bahwa peringatan HUT Satpam ke-45 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Satpam sebagai mitra strategis Polri dalam mendukung tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
“Satpam memiliki peran vital sebagai perpanjangan tangan Polri, khususnya dalam upaya pencegahan tindak kriminalitas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolda Jatim.
Dengan mengusung tema “Satpam Bersatu, Berdaulat, Berdedikasi, dan Profesional”, Kapolda Jatim menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta integritas personel Satpam di tengah dinamika dan tantangan keamanan yang semakin kompleks, termasuk ancaman berbasis teknologi.
Irjen Pol Nanang Avianto juga mengingatkan agar Satpam mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi keamanan modern, menjunjung tinggi etika profesi, serta terus memperkuat sinergi dengan jajaran Polri, khususnya Bhabinkamtibmas di wilayah tugas masing-masing.

Selain memperingati HUT Satpam, Polda Jatim secara resmi meluncurkan layanan “Polisi Penolongku”, sebuah terobosan pelayanan publik berbasis WhatsApp yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan kejadian serta memperoleh informasi kepolisian secara cepat dan transparan.
Layanan Polisi Penolongku memiliki tiga fitur utama, yakni:
Lapor, untuk pengaduan kejadian kriminalitas atau gangguan kamtibmas;
Informasi, untuk konsultasi dan layanan kepolisian;
Kenalan, yang memungkinkan masyarakat mengenal Bhabinkamtibmas di wilayahnya.
Kapolda Jatim menjelaskan, layanan ini dilengkapi dengan mekanisme kontrol berjenjang guna menjamin kecepatan dan kepastian pelayanan.
Setiap laporan masyarakat yang tidak direspons dalam batas waktu tertentu akan otomatis diteruskan ke tingkat pimpinan di atasnya.
“Melalui layanan ini, masyarakat dapat memantau progres penanganan laporan secara transparan dan real-time,” jelasnya.

Ia pun menegaskan kepada seluruh personel Polri agar menjadikan Polisi Penolongku sebagai sarana untuk meningkatkan responsivitas, empati, dan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, teknologi hanyalah alat bantu, sementara keberhasilan pelayanan tetap bergantung pada sikap dan komitmen personel di lapangan.
Menutup sambutannya, Kapolda Jatim menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Satpam atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini, serta berharap sinergi antara Polri, Satpam, dan masyarakat semakin solid dalam mewujudkan Jawa Timur yang aman, tertib, dan kondusif.(Ag)

