Jembatan Balong Rampung, Wujud Nyata Kontribusi Pajak Rakyat untuk Kebangkitan Akses Warga Bantur

Img 20251229 Wa0097


MALANG –krisnanewstv.co.id
Proses pembangunan Jembatan Balong yang berada di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, resmi rampung dan ditandai dengan acara tasyakuran pada Senin (29/12/2025) mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Rampungnya jembatan ini menjadi simbol berakhirnya kesulitan akses warga sekaligus menghubungkan kembali dua desa, Sumberejo dan Rejoyoso, yang sempat terpisah akibat banjir besar akhir 2024.


Acara tasyakuran tersebut dihadiri unsur Muspika Bantur, antara lain Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP, Kapolsek Bantur AKP Totok Suprapto, S.H., Danramil Bantur Kapten Inf Haryanto yang diwakili Batuud Tomy, Kepala Desa Rejoyoso H. Abdul Manaf, perangkat desa, Ketua BPD, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.


Rangkaian kegiatan diawali dengan tawasul, tahlil, dan pembacaan sholawat Burdah, dilanjutkan ujub dan doa bersama. Acara kemudian ditutup dengan pemotongan pita sebagai tanda peresmian jembatan, yang dilakukan oleh Kepala Desa Rejoyoso didampingi Muspika Bantur dan masyarakat.
Harapan Baru Warga
Kepala Desa Rejoyoso H. Abdul Manaf menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan Jembatan Balong. Ia berharap tasyakuran ini membawa keberkahan serta memperlancar mobilitas warga.


“Rampungnya Jembatan Balong menjadi harapan baru bagi kami. Semoga transportasi semakin lancar, ekonomi warga kembali bergerak, dan semangat kebersamaan terus terjaga untuk membangun desa yang lebih maju. Ini adalah wujud nyata kolaborasi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut dari dampak bencana banjir yang terjadi pada 28 Desember 2024. Pembangunan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang melalui pihak pemborong hingga akhirnya dapat diselesaikan pada akhir 2025.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membayar pajak. Inilah wujud nyata uang rakyat yang diamanahkan kepada pemerintah dan digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama,” ungkap Bayu Jatmiko.

1001185700


Ia juga menambahkan bahwa masih terdapat sejumlah infrastruktur lain yang terdampak bencana dan memerlukan perhatian ke depan. “Kami berharap pada tahun 2026 upaya perbaikan infrastruktur lainnya dapat segera terwujud,” tambahnya.


Simbol Persatuan dan Kebangkitan Ekonomi
Lebih dari sekadar bangunan fisik, rampungnya Jembatan Balong menjadi simbol harapan baru, persatuan, dan kerja keras bersama. Jembatan yang sebelumnya rusak parah akibat terjangan banjir kini berdiri kokoh kembali, menghubungkan bukan hanya dua dusun, tetapi juga asa dan impian warga untuk kehidupan yang lebih baik.


Selama masa pembangunan, warga sempat merasakan dampak terputusnya akses transportasi. Namun semangat gotong royong tidak pernah padam. Warga, pemerintah desa, hingga pemerintah kabupaten bahu-membahu hingga akhirnya jembatan yang representatif dan aman kini dapat dinikmati bersama.


Keberadaan Jembatan Balong diyakini akan mempermudah aktivitas warga, mulai dari anak-anak menuju sekolah, petani mengangkut hasil panen, pedagang bertransaksi, hingga menggerakkan kembali roda perekonomian desa.


Melalui momentum tasyakuran ini, masyarakat diingatkan akan pentingnya menjaga dan merawat aset bersama, sekaligus mempererat tali silaturahmi. Diharapkan, keberkahan pembangunan jembatan ini membawa kemakmuran, kesejahteraan, dan kebahagiaan bagi seluruh warga Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur.


Jurnalis: SRY
Editor: Krisnanewstv

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!