Program MBG Disorot Publik, Penyajian di Kecamatan Mojo Dinilai Jauh dari Harapan

Img 20251222 233026

Kediri | KrisnaNewsTV.com –
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah kini menjadi sorotan publik di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Bukan karena keberhasilannya, melainkan akibat cara penyajian yang dinilai memicu tanda tanya besar di kalangan wali murid dan masyarakat.

Sorotan tersebut mencuat setelah beredar luas unggahan di media sosial Facebook, Instagram, hingga TikTok, yang memperlihatkan menu MBG dengan porsi terbatas.

Dalam unggahan tersebut, siswa disebut hanya menerima makanan ringan berupa satu roti kecil, satu susu kemasan kecil, serta buah-buahan berukuran kecil.

Kondisi itu memunculkan perbincangan luas di tengah masyarakat. Sejumlah wali murid mempertanyakan kesesuaian antara tujuan program MBG yang mengedepankan pemenuhan gizi anak dengan realita makanan yang diterima siswa di lapangan.

Salah satu wali murid, WD (46), mengaku heran dengan menu MBG yang diterima anaknya selama sepekan terakhir.

“Kalau dilihat tujuannya bagus, tapi kok yang diterima anak hanya makanan kecil. Ya kami sebagai orang tua jadi bingung,” ujarnya.

Meski menyampaikan kebingungan, WD tetap memberikan apresiasi terhadap program MBG sebagai kebijakan pemerintah pusat. Dengan nada santai bercampur kritik sosial, ia berharap pelaksanaan program tidak justru menimbulkan kesan negatif di masyarakat.

“Terima kasih ke Bapak Presiden Prabowo atas program MBG. Tapi mbok ya ojo nemen-nemen lek golek bati, mengko diguyu wong akeh,” tuturnya sambil tersenyum.

Kritik yang lebih tegas disampaikan oleh Arif Fatikun Nada, Ketua Ormas GPM Swahira. Ia menilai jika benar menu MBG yang beredar di masyarakat seperti yang ramai diunggah, maka pelaksanaan program tersebut berpotensi melenceng dari semangat awal MBG.

“Program MBG ini dirancang untuk mencukupi gizi anak-anak, bukan sekadar menggugurkan kewajiban distribusi makanan. Kalau yang disajikan hanya sebatas itu, wajar bila publik bertanya-tanya,” tegas Arif.

Ia juga menyebutkan bahwa pembagian MBG di wilayah Kecamatan Mojo pada pekan ini dilakukan dengan sistem paket untuk beberapa hari sekaligus, menjelang libur sekolah. Namun menurutnya, mekanisme tersebut tetap perlu diawasi agar kualitas dan nilai gizi tetap terjaga.

Sebagai bentuk kepedulian dan kontrol sosial, GPM Swahira menyatakan akan mengirimkan surat resmi kepada pengelola MBG di tingkat pusat, meminta adanya evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap dapur-dapur MBG, khususnya di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

“Jangan sampai program yang niatnya mulia justru mencederai kepercayaan publik. MBG ini membawa nama negara dan Presiden,” pungkas Arif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola dapur MBG setempat maupun instansi terkait mengenai standar menu dan mekanisme penyajian MBG di wilayah tersebut.

Redaksi menegaskan tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab demi penyajian informasi yang berimbang dan akurat.

jurnalis Irvan GempiL

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!