KEDIRI | Krisnanewstv.co.id – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. BNN Kabupaten Kediri mengikuti video conference (vidcon) nasional yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor BNN Kabupaten Kediri, Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, itu dipimpin Kepala BNN Kabupaten Kediri Kompol Andi Febrianto Ali, S.E., M.H. dan dihadiri sekitar 20 peserta dari unsur Forkopimda serta instansi terkait.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, S.T., Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Agustinus Gabriel, S.H., M.H., Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, Pabung Kodim 0809/Kediri Mayor Ngatari, perwakilan Pengadilan Negeri, DPRD Kabupaten Kediri, Kesbangpol, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri.
Dalam arahannya, Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa peringatan HANI 2026 mengusung tema “Kesehatan Mental Remaja Menuju Generasi Bersinar (Bersih Narkoba)”. Tema tersebut menitikberatkan pada pentingnya menjaga kesehatan mental dan kemampuan mengelola emosi sebagai benteng utama agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Menurut Kepala BNN RI, upaya pemberantasan narkoba tidak lagi hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Masyarakat harus menjadi subjek aktif dan agent of change dalam gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat Program Desa/Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) agar mampu menyentuh akar persoalan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa, diharapkan terbentuk ketahanan sosial yang kuat sebagai benteng menghadapi ancaman narkoba.

Di bidang penegakan hukum, BNN RI terus mengedepankan pendekatan berbasis teknologi dengan memanfaatkan intelijen, siber, dan penyidikan modern. Komjen Suyudi kembali menegaskan komitmen tegas BNN melalui slogan “Tangkap Bandar, Lalu Kita Miskinkan”, sebagai langkah memutus mata rantai jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya.
Selain itu, Kepala BNN RI mengingatkan seluruh jajaran ASN BNN agar selalu menjunjung tinggi tiga nilai utama dalam menjalankan tugas, yakni Soliditas, Integritas, dan Sinergitas.

Dalam paparannya, Kepala BNN RI juga menyampaikan capaian nasional sepanjang 2025 sebagai pijakan menghadapi tantangan tahun 2026. Tercatat 773 kasus narkotika berhasil diungkap dengan 1.214 tersangka, serta penyitaan 4,01 ton sabu dan 2,19 ton ganja.
Di sektor pencegahan, BNN telah membentuk 1.910 Remaja Teman Sebaya Anti Narkotika serta 214 Desa/Kelurahan Bersinar. Sementara di bidang rehabilitasi, sebanyak 14.527 orang telah memperoleh layanan rehabilitasi dengan dukungan 649 lembaga mitra di berbagai daerah.
Melalui webinar yang diikuti sekitar 1.000 pelajar SMA, SMK, dan MA dari berbagai wilayah Indonesia, Komjen Suyudi mengajak generasi muda untuk membangun gaya hidup sehat, produktif, dan menjauhi narkoba. Berbagai aktivitas positif, termasuk olahraga, diharapkan menjadi alternatif untuk menghindarkan remaja dari pengaruh negatif penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan vidcon HANI 2026 di BNN Kabupaten Kediri berakhir pukul 11.00 WIB dalam suasana tertib dan lancar. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Kediri yang bersih dari narkoba serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.red

