Headline
Img 20251221 Wa0108
Polres Malang Siaga Operasi Lilin, Arus Kendaraan Masuk Tembus 38 Ribu per Hari
Img 20251221 Wa0075
POLRI DAN WARGA BERSINERGI CEPATKAN PEMULIHAN PASCABANJIR DI PIDIE JAYA
Img 20251221 Wa0012
POLRI TEGASKAN KESIAPAN PENGAMANAN NATAL 2025 DAN TAHUN BARU 2026 MELALUI PELAYANAN TERPADU
Img 20251219 Wa0134 1
Satlantas Polres Kediri Gelar Operasi Lilin Semeru 2025, Berlakukan Pembatasan Angkutan Barang Selama Nataru
Img 20251219 Wa0132
Wali Kota Kediri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025
Img 20251219 Wa0001
DLH Kabupaten Kediri Memperingati HMPI Dengan Hijaukan Bumi,Pulihkan Negri.
Img 20251217 Wa0014
Pemkot Kediri Gelar Dhoho Night Car Free “Mecel Bareng Mbak Wali” Sambut Akhir Tahun 2025
Polres Jombang Bongkar Ladang Ganja di Rumah Kontrakan, Ratusan Tanaman Diamankan
Img 20260724 Wa0097
PLN ULP Gondanglegi Gerak Cepat Tindaklanjuti Aduan Kabel Listrik Melintang di Jalan Durmo Bantur
Img 20260724 Wa0092
Perkuat Konsolidasi di Ponorogo, DPP Ormas 212 Loro Siji Loro Siap Bentuk DPC dan Kawal Aspirasi Masyarakat
Dukung Program Presiden Prabowo, Pemkab Malang dan Kemensos RI Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4
Img 20260724 Wa0075
Kawal Hak Kesehatan Masyarakat, Rekan Indonesia Jatim dan Tulungagung Kantongi Komitmen Plt. Bupati Percepat UHC
Img 20260724 Wa0033
Peringati Hari Anak Nasional, Polresta Sidoarjo Edukasi Bahaya HIV/AIDS kepada Pelajar
Img 20260724 Wa0034
Polres Gresik Bongkar Peredaran Narkoba Modus Sistem Ranjau, Dua Kurir Sabu Diamankan
Img 20260724 Wa00401
Diduga Tambang Galian C di Jimbe Kian Marak, Warga Soroti Dugaan Kerusakan Lingkungan dan Desak APH Bertindak
Img 20260724 Wa0002
Kebakaran Misterius Landa Dua Dusun Sekaligus, Warga Sumberejo Curiga Ada Unsur Sabotase
Img 20260724 Wa0015
Puskesmas Wonokerto Gelar Cek Kesehatan Gratis, Warga Desa Wonokerto Antusias Manfaatkan Layanan Jemput Bola

Ribuan Warga Padati Larungan Agung Sesaji Sedekah Bumi 15 Suro Purnomosidi di Pantai Nganteb

Img 20260703 Wa0002

Malang, Krisnanewstv.co.id – Suasana khidmat sekaligus semarak menyelimuti kawasan Pantai Religi Nganteb, Dusun Sukorejo RT 60 RW 11, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Kamis (2/7/2026). Ribuan warga dan wisatawan memadati area pantai untuk mengikuti Larungan Agung Sesaji Sedekah Bumi 15 Suro Purnomosidi, tradisi budaya yang digelar sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya melestarikan adat leluhur pada bulan Suro atau Muharram 1448 Hijriah.

Kegiatan yang digelar LMDH Wana Karya bersama pengelola Pantai Nganteb dan masyarakat setempat itu menjadi salah satu agenda budaya yang paling dinanti warga. Selain sarat nilai spiritual dan tradisi, acara ini juga menjadi magnet wisata religi yang memperkuat identitas Pantai Nganteb sebagai kawasan budaya, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat pesisir.

1001632399
1001632399

Sejumlah unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan pihak terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Asper Sumawe Bambang Wahyu Hidayat, KRPH Bantur Sutarto, perwakilan Satpolairud, perwakilan Camat Gedangan, perwakilan Danramil 0818-31/Gedangan, perwakilan Kapolsek Gedangan, tim SAR, Kepala Desa Tumpakrejo Miselan, Ketua LMDH Wana Karya Senimin, Ketua Larungan Supi’i, serta warga sekitar Pantai Nganteb.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan arak-arakan sedekah bumi mengelilingi Kampung Nganteb. Prosesi lalu bergerak menuju kawasan religi Gunung Batok, dilanjutkan dengan larungan sesaji ke pantai, doa bersama di kampung nelayan, hingga rebutan gunungan hasil sedekah bumi yang menjadi puncak kemeriahan acara.

Ketua LMDH Wana Karya, Senimin, mengatakan larungan sesaji merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus bentuk nyata nguri-uri budaya Jawa yang telah lama hidup di kawasan Pantai Nganteb dan Pantai Taman Ayu.

1001632397
1001632397

“Acara larungan sesaji ini adalah wujud syukur kami kepada Yang Maha Kuasa. Tradisi ini juga menjadi bagian dari upaya nguri-uri budaya Jawa di bulan Suro Purnomosidi, memohon keselamatan, keberkahan, dan kemajuan bagi Pantai Nganteb serta Pantai Taman Ayu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesaji sedekah bumi yang dilarung merupakan hasil bumi dan hasil laut masyarakat setempat, mulai dari hasil pertanian hingga hasil tangkapan nelayan, yang kemudian dikemas menjadi satu sebagai simbol kebersamaan, harapan, dan doa untuk keberlimpahan rezeki.

Sementara itu, Camat Gedangan Yateno, S.H., M.Si. yang diwakili Kasi Trantib Kaselan, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga mempererat hubungan sosial masyarakat.

“Tradisi ini sangat baik karena menjadi bentuk pelestarian adat Jawa, khususnya di kawasan Pantai Religi Nganteb. Masyarakat sangat antusias mengenang para leluhur yang dahulu membuka lahan di kawasan ini. Semoga melalui kegiatan ini, warga Desa Tumpakrejo dan kawasan Pantai Nganteb mendapat keberkahan yang melimpah serta dijauhkan dari segala musibah dan bahaya,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Tumpakrejo, Miselan, yang menilai semangat warga dan para nelayan dalam menjaga tradisi patut dibanggakan. Menurutnya, sedekah bumi bukan sekadar ritual budaya, melainkan juga wujud penghormatan kepada leluhur serta doa bersama agar hasil bumi dan laut terus membawa keberlimpahan bagi masyarakat.

1001632396
1001632396

“Kami Pemerintah Desa Tumpakrejo sangat mengapresiasi LMDH Wana Karya, warga RT 60 Dusun Sukorejo, dan para nelayan yang begitu antusias dalam nguri-uri budaya melalui sesaji sedekah bumi ini. Harapannya, tradisi ini ke depan bisa semakin tertata dan dipromosikan hingga tingkat kabupaten, karena Desa Tumpakrejo memiliki potensi nelayan sekaligus wisata religi yang sangat kuat,” terang Miselan.

Tradisi Larungan Agung Sesaji Sedekah Bumi 15 Suro Purnomosidi ini bukan hanya menjadi simbol spiritual dan budaya, tetapi juga memperkuat nilai guyub rukun, kebersamaan, dan gotong royong warga pesisir. Di sisi lain, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Pantai Nganteb dan Pantai Taman Ayu, sehingga budaya lokal dapat terus hidup berdampingan dengan geliat pariwisata desa.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap tertib, aman, dan lancar, dengan antusiasme warga yang begitu besar mengikuti setiap rangkaian prosesi hingga selesai.

(Suryadi)

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!