Kediri — Sebuah video yang menampilkan sosok anggota kepolisian yang akrab disapa “Mas Boorr” menjadi perbincangan hangat di kalangan jurnalis dan warganet. Video tersebut memperlihatkan gaya komunikasi yang santai, lugas, namun tetap tegas saat memberikan keterangan kepada awak media.
Di lingkungan wartawan Kediri, panggilan “Mas Boorr” bukanlah hal baru. Julukan itu melekat karena kedekatannya dengan para jurnalis yang kerap meliput kegiatan kepolisian. Sikapnya yang terbuka dan komunikatif dinilai mempermudah proses penyampaian informasi kepada publik.
Dalam rekaman yang beredar, “Mas Boorr” tampak menjelaskan suatu peristiwa dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Cara penyampaiannya dinilai efektif, tidak berbelit-belit, serta tetap menjaga profesionalisme sebagai aparat penegak hukum.
Video tersebut diketahui beredar luas setelah diunggah oleh akun TikTok Info Kriminal dan Lalu Lintas, yang kemudian menuai berbagai tanggapan positif. Sejumlah wartawan menilai pendekatan humanis seperti itu penting dalam membangun hubungan yang sehat antara kepolisian dan media.
Menurut beberapa jurnalis setempat, komunikasi yang cair dan terbuka dapat mendukung terciptanya pemberitaan yang akurat, berimbang, serta menghindari kesalahpahaman informasi di lapangan.
Fenomena viralnya “Mas Boorr” pun dinilai menjadi contoh bahwa pendekatan humanis dalam institusi kepolisian mampu meningkatkan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat dan insan pers.
Hingga kini, video tersebut masih beredar dan menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Kediri.(Deni)

