CV Elang Buana Canangkan 1.000 Hektare Kebun Bibit Datar, Dorong Lompatan Produktivitas Tebu 2026

Img 20260220 Wa0009

Malang Krisnanewstv.co.id– Langkah konkret memperkuat kemandirian industri gula nasional mulai ditapaki. CV Elang Buana mencanangkan pengembangan 1.000 hektare Kebun Bibit Datar (KBD) sebagai bagian dari dukungan strategis terhadap program bongkar raton tahun 2026.

Komitmen tersebut ditandai melalui kegiatan penanaman bibit tebu KBD yang digelar Kamis (19/2/2026) di Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta, mulai dari petani tebu hingga pemangku kepentingan sektor perkebunan.

Momentum ini juga mendapat dukungan langsung dari pemerintah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malang, Ir. Avicenna Medisica Saniputera, M.T., M.H., serta Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Perkebunan, Ebi Rulianti, S.P., M.Sc.

1001311438

Direktur Perbenihan Ditjen Perkebunan, Ebi Rulianti, menegaskan bahwa Kebun Bibit Datar merupakan fondasi penting dalam memastikan ketersediaan bibit tebu unggul, sehat, dan bersertifikat.

Menurutnya, keberhasilan program bongkar raton tidak hanya bergantung pada peremajaan lahan, tetapi juga pada kualitas sistem perbenihan yang menopangnya.

“Bibit unggul adalah titik awal produktivitas. Tanpa perbenihan yang kuat, sulit berharap pada lonjakan rendemen dan produksi gula nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera, menyampaikan apresiasi atas inisiatif CV Elang Buana yang dinilai selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah.

Ia menilai pengembangan KBD seluas 1.000 hektare bukan sekadar target luasan, melainkan langkah strategis untuk mempercepat regenerasi tanaman tebu sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Program bongkar raton sendiri merupakan agenda penting dalam transformasi industri gula nasional. Melalui peremajaan tanaman tebu secara bertahap, pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas lahan, kualitas panen, hingga penguatan daya saing gula dalam negeri.

Penanaman bibit tebu KBD di Malang ini diharapkan menjadi katalis bagi lahirnya ekosistem perbenihan modern yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar seremoni, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi sektor gula tengah bergerak dari hulu—dimulai dari bibit, ditumbuhkan oleh kolaborasi.

Arifpin Setro

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!