Nganjuk, Krisnanewstv.co.id – Riuh tepuk tangan dan sorak kebanggaan memenuhi lapangan SMP Negeri 2 Nganjuk saat sekolah tersebut merayakan Dies Natalis ke-49, Selasa (10/2/2026).
Bukan sekadar perayaan usia sekolah, momentum ini menjadi ruang tumbuhnya harapan, semangat, dan mimpi para siswa untuk menatap masa depan.Di bawah langit cerah, barisan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) SMPN 2 Nganjuk tampil penuh percaya diri. Gerakan mereka yang tegas dan serasi seolah menjadi simbol perjalanan panjang sekolah dalam mencetak generasi berprestasi.
Perayaan istimewa tersebut semakin berkesan dengan kehadiran langsung Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Kehadirannya bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai sosok yang memberikan energi motivasi bagi para siswa, guru, dan orang tua.
Kepala SMPN 2 Nganjuk, Anik, tampak haru saat menyampaikan sambutan. Baginya, perjalanan 49 tahun bukanlah waktu yang singkat. Ada ribuan kisah perjuangan siswa, dedikasi guru, dan kepercayaan orang tua yang menjadi fondasi berdirinya sekolah tersebut.
“Dies Natalis ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk mengingat kembali tujuan pendidikan. Kami ingin SMPN 2 Nganjuk menjadi tempat terbaik bagi siswa untuk berkembang, menemukan potensi diri, dan meraih cita-cita mereka,” tuturnya penuh harap.
Pada peringatan tahun ini, SMPN 2 Nganjuk mengusung tema “ARPEDA Menuju Gerbang Kesuksesan.” Tema tersebut bukan hanya slogan, melainkan cerminan semangat sekolah dalam menyiapkan generasi masa depan yang tangguh dan berkarakter.
Sementara itu, Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen menyampaikan pesan yang menyentuh hati para hadirin. Ia menegaskan bahwa kesuksesan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh keyakinan dan doa orang tua.
“Keyakinan orang tua adalah doa yang paling kuat. Anak-anak harus diyakini mampu menjadi generasi yang sukses dan berbakti kepada orang tua, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Kang Marhaen juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, setiap anak lahir dengan keunikan dan kecerdasan masing-masing.“Tidak ada anak yang nakal. Yang ada adalah anak yang kurang mendapatkan perhatian.
Tugas kita adalah menumbuhkan mental juara dan memberikan motivasi agar mereka percaya pada kemampuan dirinya,” katanya.
Pesan tersebut disambut hangat para wali murid yang hadir. Banyak di antara mereka yang terlihat mengangguk, seakan mengamini harapan yang sama untuk masa depan anak-anak mereka.
Dalam kesempatan itu, Kang Marhaen juga mengingatkan para siswa agar berani bermimpi besar. Ia menekankan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses menuju kesuksesan.“Jangan takut gagal. Orang sukses adalah mereka yang berani mencoba dan terus belajar dari kegagalan,” pesannya kepada para siswa.
Perayaan Dies Natalis ke-49 SMPN 2 Nganjuk tidak hanya menjadi ajang seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.Di usia yang hampir setengah abad, SMPN 2 Nganjuk terus menapaki perjalanan dengan membawa harapan baru.
Dari ruang kelas sederhana hingga lapangan upacara yang dipenuhi semangat generasi muda, sekolah ini tetap berdiri sebagai tempat lahirnya mimpi-mimpi besar anak bangsa.Peringatan Dies Natalis ini pun menjadi simbol bahwa masa depan generasi Nganjuk sedang dipersiapkan — dengan ilmu, karakter, dan keyakinan untuk meraih kesuksesan.(Pawarta RN)

