Balap Merpati Jadi Magnet Ekonomi Rakyat, Bupati Sidoarjo Siapkan Event Nasional

Img 20260501 221327

SIDOARJO – Riuh tepuk tangan dan sorak para pecinta merpati balap menggema di Area PPLS Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Jumat (1/5/2026). Ribuan peserta dan penonton tumpah ruah dalam gelaran Selekda & Liga Jatim Bersatu (LJB), sebuah ajang yang tak sekadar menjadi hiburan rakyat, namun juga simbol tumbuhnya ekonomi kerakyatan berbasis komunitas.

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., hadir langsung membuka perlombaan dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung perkembangan komunitas balap merpati. Menurutnya, aktivitas tersebut memiliki dampak ekonomi yang luas, mulai dari peternak merpati, pelaku UMKM, hingga sektor wisata lokal.

“Ini bukan hanya soal hobi, tapi ada perputaran ekonomi masyarakat di dalamnya. Pedagang kecil hidup, peternak berkembang, dan masyarakat punya ruang hiburan yang positif,” ujar Subandi di hadapan peserta dan komunitas.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemkab Sidoarjo bahkan berencana menyiapkan agenda balap merpati berskala nasional. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Sidoarjo sebagai salah satu pusat olahraga dan budaya balap merpati di Indonesia.

“Kita ingin kegiatan seperti ini terus berkembang. Pemerintah siap mendukung, baik dari sisi fasilitas, izin, maupun anggaran operasional dan hadiah lomba,” tegasnya.

Namun demikian, Subandi juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga kondusivitas dan menjauhkan kegiatan dari praktik perjudian yang dapat mencoreng nama baik komunitas.

Sementara itu, Ketua Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) Penglok Sidoarjo, H. Sutoyo Handiman, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap komunitas merpati balap. Menurutnya, dukungan berupa pemanfaatan lahan PPLS sebagai sentra wisata dan budaya menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat pecinta merpati.

“Peserta yang hadir mencapai sekitar 1.500 orang. Tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari luar pulau seperti Medan, Sumatera Utara. Ini menunjukkan balap merpati punya daya tarik luar biasa,” ungkap Sutoyo.

Ajang Selekda dan Liga Jatim Bersatu sendiri menjadi momentum penting untuk menjaring enam atlet terbaik yang nantinya akan mewakili daerah ke tingkat nasional. Dengan fasilitas yang semakin memadai dan dukungan penuh dari pemerintah, komunitas merpati balap diharapkan terus berkembang, solid, dan mampu mencetak prestasi membanggakan di level nasional.

Di balik kepakan sayap merpati yang melesat cepat di lintasan, tersimpan harapan besar tentang tumbuhnya ekonomi rakyat, persaudaraan komunitas, dan lahirnya prestasi dari hobi yang kini semakin mendapat tempat di hati masyarakat.

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!