Hari Ketiga Pencarian Lian Anton, Tim SAR Tetap Berjuang Meski Angin Kencang

Img 20260203 Wa0043

Balekambang, Krisnanewstv.co.id – Semangat tak pernah surut ditunjukkan tim Basarnas bersama gabungan potensi SAR dalam upaya pencarian Lian Anton (27), warga Dusun Krajan, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, yang dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Balekambang.

Memasuki hari ketiga, Selasa (3/2/2026), pencarian diawali dengan apel serta evaluasi gabungan yang dipimpin langsung oleh Komandan Tim Basarnas, Aviv Hamdani. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menentukan pola pencarian lanjutan sekaligus memperkuat koordinasi antar tim di lapangan.

Pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU), terdiri dari dua SRU laut dan dua SRU darat. Meski dihadapkan pada terpaan angin kencang yang cukup menyulitkan, seluruh personel tetap menunjukkan dedikasi tinggi demi menemukan korban.

Sejumlah unsur turut terlibat dalam operasi kemanusiaan ini, di antaranya Basarnas Kornit Malang Raya yang diwakili Imam Nahrowi beserta jajaran, Danposal TNI AL Sendangbiru yang dipimpin Kapt. Ali Sumanggar, Satpolairud Polres Malang, TNI Marinir, Polsek Bantur yang dipimpin AKP Totok Suprapto, SH, hingga berbagai elemen masyarakat seperti LMDH Wana Nadi, perangkat Desa Srigonco, Perumda Jasa Yasa Unit Balekambang, PSR AL Sendangbiru, RAPI Kabupaten Malang, Perum Perhutani, pengelola Pantai 3 in One, serta relawan lainnya.

1001273163

Komandan Tim Basarnas, Aviv Hamdani, menyampaikan bahwa harapan untuk menemukan korban masih terus dijaga oleh seluruh tim.

“Kami berharap Lian Anton segera ditemukan. Saat ini pencarian difokuskan melalui empat SRU, dua di laut dan dua di darat. Tim tetap semangat dan berupaya maksimal meskipun kondisi angin cukup kencang,” ujarnya.

Optimisme juga disampaikan tokoh adat sekaligus Ketua LMDH Wana Nadi, Siono Karyo Utomo. Ia meyakini korban masih berada di sekitar lokasi kejadian.

“Menurut saya korban kemungkinan masih berada di dasar. Semoga segera muncul dan dapat ditemukan,” ungkapnya penuh harap.

Dalam operasi pencarian ini, peran Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Malang turut membantu memperlancar komunikasi antar tim SAR, khususnya dalam koordinasi area pencarian dari Pantai Balekambang hingga Pantai 3 in One.

Diketahui, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (1/2/2026), saat korban yang berprofesi sebagai pencari ikan dilaporkan terseret ombak di palung laut kawasan Pantai Balekambang. Hingga hari ketiga pencarian, korban masih belum ditemukan.

Tim gabungan terus melakukan evaluasi taktis untuk menentukan langkah terbaik, dengan fokus penyisiran pada radius dari titik terakhir korban terlihat (last known position). Selain itu, pemantauan pesisir terus dilakukan saat kondisi cuaca memungkinkan, serta melibatkan nelayan setempat guna mempercepat penyampaian informasi jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pimpinan Perumda Jasa Yasa Unit Balekambang, Pratama Wijang, memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim SAR. Ia menilai sinergi antar unsur menjadi kekuatan utama dalam operasi pencarian tersebut.

“Tim Basarnas bersama seluruh potensi SAR telah menunjukkan kerja luar biasa. Pencarian dilakukan melalui laut menggunakan perahu karet maupun bantuan nelayan, serta penyisiran darat sepanjang pesisir Malang Selatan,” tuturnya.

Upaya pencarian masih terus berlanjut dengan harapan besar agar korban segera ditemukan dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu dengan penuh harap.


Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!