Headline
Img 20251221 Wa0108
Polres Malang Siaga Operasi Lilin, Arus Kendaraan Masuk Tembus 38 Ribu per Hari
Img 20251221 Wa0075
POLRI DAN WARGA BERSINERGI CEPATKAN PEMULIHAN PASCABANJIR DI PIDIE JAYA
Img 20251221 Wa0012
POLRI TEGASKAN KESIAPAN PENGAMANAN NATAL 2025 DAN TAHUN BARU 2026 MELALUI PELAYANAN TERPADU
Img 20251219 Wa0134 1
Satlantas Polres Kediri Gelar Operasi Lilin Semeru 2025, Berlakukan Pembatasan Angkutan Barang Selama Nataru
Img 20251219 Wa0132
Wali Kota Kediri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025
Img 20251219 Wa0001
DLH Kabupaten Kediri Memperingati HMPI Dengan Hijaukan Bumi,Pulihkan Negri.
Img 20251217 Wa0014
Pemkot Kediri Gelar Dhoho Night Car Free “Mecel Bareng Mbak Wali” Sambut Akhir Tahun 2025
Polres Jombang Bongkar Ladang Ganja di Rumah Kontrakan, Ratusan Tanaman Diamankan
Img 20260605 Wa0009
IKPA Sempurna, Polres Bojonegoro Raih 3 Penghargaan dari Kapolri dan Dirjen Perbendaharaan Jatim
Img 20260604 Wa0088
Eksekusi Pengosongan Rumah dan Tanah Sengketa di Clumprit Berjalan Kondusif, Sempat Diwarnai Penolakan
Img 20260603 Wa0016
Polda Jatim Kembalikan Motor Korban Curanmor dan Begal Tanpa Biaya ,warga sampaikan Apresiasi
Img 20260603 Wa0006
Disambut Sholawat Penuh Haru dan Sukacita, Kades Rejoyoso H. Abdul Manaf dan Hj. Asfiyah Tiba dari Tanah Suci
Img 20260603 Wa0019
Polda Jatim Ungkap 320 Kasus 3C dan Kejahatan Jalanan Selama Mei 2026, Ratusan Pelaku Diamankan
Img 20260603 Wa0105
Pak Bhabin Jadi Penggerak Ketahanan Pangan, Dampingi Petani Jagung Wujudkan Swasembada di Kota Malang
Img 20260603 Wa0107
Polres Probolinggo Gelar Bakti Bersih di Gunung Bromo Usai Yadnya Kasada, Wujud Kepedulian Jaga Warisan Alam dan Budaya
Img 20260603 155024
Dugaan Praktik Produksi Oli Palsu Berbahan Oli Bekas Ditemukan di Sidoarjo, Warga Minta Aparat Turun Tangan
Img 20260602 Wa0081
Polrestabes Surabaya Amankan Dua Tersangka Baru Kasus Penculikan Sekap Korban di Blora

Setahun Dikeluhkan Tak Digubris, Tiang Listrik Nyaris Roboh di Pagak Jadi Ancaman Nyata Warga

Img 20260115 Wa0000


MALANG – Krisnanewstv.co.id
Keselamatan warga kembali dipertaruhkan. Sebuah tiang listrik milik PLN yang berada di Jalan Raya Krajan RT 17 RW 05, Desa Sempol, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, tampak miring parah dan nyaris roboh. Ironisnya, kondisi berbahaya ini disebut telah dikeluhkan warga selama hampir satu tahun tanpa tindak lanjut nyata dari PLN ULP Kepanjen.


Tiang listrik yang berdiri di jalur perempatan dan akses vital warga itu tidak hanya miring, tetapi juga kehilangan pengaman. Kabel listrik terlihat menggelantung ke bawah, nyaris menyentuh tanah. Setiap hari, jalur tersebut dilalui pelajar, petani, serta masyarakat umum. Namun ancaman keselamatan seolah dianggap sepele.

1001226729


“Tiangnya sudah doyong, pengaman tidak ada, kabel menggantung. Kami sudah lapor berkali-kali minta disurvei, tapi tidak pernah ada tindakan. Kalau hujan dan angin kencang, kami takut terjadi musibah,” ungkap Abdurahman, warga RT 17 RW 05 Desa Sempol, dengan nada kecewa.


Keluhan itu bukan baru kemarin. Said, warga Dusun Krajan, menyebut laporan sudah disampaikan sejak sekitar satu tahun lalu.
“Sudah lama kami sampaikan ke PLN. Petugas sering lewat sini, tapi tidak ada tindakan apa pun. Ini tiang jelas mau roboh,” katanya.


Keresahan warga semakin memuncak karena kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi. Rudi, warga lainnya, menegaskan bahwa warga kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan.


“Kalau hujan deras dan angin kencang, kami was-was. Banyak anak-anak lewat sini. Kalau sampai roboh, siapa yang bertanggung jawab?” tegasnya.


Situasi ini juga menjadi sorotan perangkat desa. Yulianto, salah satu perangkat Desa Sempol, menilai pembiaran ini berpotensi menimbulkan korban.


“Ini jalur umum, akses ke sekolah dan pertanian. Warga sudah sering mengadu. Pengaman tiang tidak ada, kondisinya membahayakan. Seharusnya PLN segera survei dan perbaiki, bukan menunggu kejadian,” tegasnya.

1001226730


Warga mempertanyakan komitmen pelayanan publik PLN ULP Kepanjen. Pasalnya, keluhan telah berulang kali disampaikan, sementara potensi bahaya semakin nyata. Warga menilai, jika sampai terjadi kecelakaan atau korban jiwa, maka pembiaran ini tidak bisa dilepaskan dari kelalaian pihak terkait.


Masyarakat Desa Sempol mendesak PLN ULP Kepanjen dan Pemerintah Kabupaten Malang untuk segera bertindak cepat. Selain itu, warga juga meminta perhatian serius dari anggota DPRD Kabupaten Malang di daerah pemilihan setempat agar turun tangan dan menegur PLN sebelum jatuh korban.


“Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Tiang ini sudah jelas berbahaya,” ujar warga dengan nada geram.


Hingga berita ini diterbitkan, PLN ULP Kepanjen belum memberikan keterangan resmi, meskipun kondisi tiang listrik tersebut telah lama dikeluhkan dan menjadi ancaman keselamatan warga.
(Suryadi)

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!