Rejoyoso Bersholawat, Ribuan Jamaah Larut dalam Lantunan Sholawat untuk Menggapai Kasih Sayang Allah SWT

Malang, Krisnanewstv.co.id — Suasana Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, mendadak berubah menjadi tempat khidmat dan penuh keheningan pada hari Jumat (12/12/2025) ketika ribuan jamaah dari berbagai kalangan memadati halaman desa dalam rangkaian acara “Rejoyoso Bersholawat”. Mengusung tema yang penuh makna, “Kita Bumikan Sholawat untuk Menggapai Kasih Sayangnya”, acara ini menghadirkan ulama kharismatik K.H.R. Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin, yang juga menjabat sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo, sebagai pembicara utama.

Sejak pukul 14.00 WIB, bahkan sebelum acara resmi dimulai, area utama kegiatan telah dipenuhi oleh warga yang datang dengan penuh antusias dan semangat. Tidak hanya warga Desa Rejoyoso sendiri, tetapi juga banyak yang datang dari kecamatan dan kabupaten tetangga, mulai dari anak muda yang penuh semangat hingga orang tua yang penuh pengalaman, semua berkumpul dengan tujuan yang sama: untuk bersama-sama melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Lantunan Sholawat Nariyah yang indah dan merdu segera menggema di seluruh sudut lokasi, menciptakan suasana yang damai, menenteramkan hati, dan membawa kedekatan spiritual kepada setiap yang hadir.

Majelis Cinta, Majelis Syiar yang Menautkan Hati

Kepala Desa Rejoyoso, Abah Abdul Manaf, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan terselenggaranya kegiatan keagamaan besar ini. Beliau menekankan bahwa acara “Rejoyoso Bersholawat” bukan sekadar kegiatan ritual semata, melainkan lebih jauh dari itu.

“Acara ini bukan sekadar sholawat, tetapi majelis cinta. Sebuah wadah yang sesungguhnya untuk menautkan hati antar warga dan mengekspresikan kerinduan yang tulus kita kepada Nabi Besar Muhammad SAW,” ujarnya dengan nada yang penuh kelembutan dan keyakinan.

Selain itu, Abah Abdul Manaf juga menjelaskan bahwa acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat ikatan sosial dan kerukunan antar warga, serta memelihara tradisi religius yang telah menjadi bagian tak terpisah dari kehidupan masyarakat Desa Rejoyoso selama ini.

Sementara itu, Ketua Majelis Sholawat Nariyah, Ustaz Takim, menegaskan bahwa sholawat memiliki keutamaan besar yang telah dijamin oleh Allah SWT dan Rasul-Nya untuk umat Islam. Beliau menjelaskan bahwa melantunkan sholawat bukan hanya bentuk penghormatan kepada Nabi, tetapi juga jalan untuk memperoleh keberkahan dan syafaat di hari akhir.

“Melalui sholawat yang kita panjatkan dengan tulus, kita berharap memperoleh syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat nanti. Allah SWT telah menjanjikan, bahwa siapa yang bersholawat kepada Nabi-Nya akan dekat dengan Rasul-Nya di surga,” tuturnya dengan nada yang tegas dan penuh keyakinan.

Ustaz Takim juga menambahkan bahwa Majelis Sholawat Nariyah selalu berusaha untuk menyebarkan ajaran tentang keutamaan sholawat ke berbagai kalangan, terutama kepada anak muda, agar mereka semakin menyadari pentingnya mengisi kehidupan dengan aktivitas spiritual yang bermanfaat.

Tausiyah Kyai Kholil: Pengajian dan Sholawat Sebagai Jalan Menuju Keberkahan

Dalam tausiyahnya yang penuh kedalaman dan makna, K.H.R. Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin mengingatkan jamaah tentang keutamaan yang luar biasa dari menghadiri majelis ilmu dan sholawat. Beliau menerangkan bahwa setiap langkah yang diambil untuk menuju tempat pengajian membawa keberkahan yang luar biasa, dan Allah SWT akan memberikan ganjaran yang besar kepada siapa pun yang berusaha untuk mencari ilmu dan memperkuat iman.

Menurut beliau, siapa pun yang melangkah menuju pengajian akan mendapatkan empat keutamaan utama, yaitu:

1. Derajatnya akan diangkat oleh Allah SWT,

2. Dosa-dosanya akan dihapuskan tanpa sisa,

3. Para malaikat akan mendoakannya tanpa henti,

4. Menerima cahaya yang menerangi hati dan kehidupannya sehari-hari.

Kyai Kholil juga menegaskan bahwa pengajian dan sholawat adalah jalan yang paling efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan terhindar dari berbagai godaan yang datang dari setan, hawa nafsu, dan kegelapan hati. Beliau menjelaskan bahwa ketika seseorang berada dalam naungan rida Allah SWT, kehidupannya akan terasa lebih tenang, nyaman, dan indah, bahkan di tengah kesulitan dan cobaan.

“Hidup akan terasa lebih nyaman dan indah ketika berada dalam naungan rida Allah SWT. Oleh karena itu, jadikanlah pengajian dan sholawat sebagai bagian dari rutinitas hidupmu, agar hatimu selalu tenang dan jauh dari kegelapan,” pesan beliau yang penuh semangat dan menggerakkan hati jamaah.

Tausiyah sang kiai karismatik ini tidak hanya memberikan pengetahuan agama, tetapi juga memberikan semangat dan dorongan kepada jamaah untuk semakin memperkuat iman dan taqwa kepada Allah SWT, serta semakin mencintai Nabi Muhammad SAW.

Sholawat Sebagai Senjata untuk Menyatukan Umat

Rangkaian acara berlangsung dengan sangat hikmat dan teratur. Setelah sambutan dan tausiyah awal, ribuan jamaah kemudian bersama-sama melantunkan sholawat dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan. Semua orang menyatu dalam satu irama dan satu nada memuji Nabi Muhammad SAW, seolah-olah hati mereka menjadi satu dan terhubung dengan yang Maha Kuasa.

Lantunan sholawat yang bergema kuat dan merdu membuat suasana terasa sangat syahdu dan menggetarkan hati. Banyak jamaah yang terlihat menangis karena tergesa-gesa oleh rasa cinta yang tulus kepada Nabi, serta oleh keheningan dan kedamaian yang terasa di sekitar lokasi.

Setelah lantunan sholawat selesai, tausiyah kedua dari Kyai Kholil kemudian diadakan, yang semakin menambah kekuatan spiritual jamaah. Beliau mempertebal kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, menjelaskan tentang kehidupannya yang mulia dan contoh yang patut diteladani, serta memperkuat iman jamaah untuk selalu mengikuti ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Doa Bersama Menutup Acara dengan Harapan Keberkahan

Menjelang penutupan acara yang penuh makna ini, seluruh jamaah dipandu oleh Kyai Kholil untuk berdoa bersama dengan penuh keikhlasan. Dalam doa tersebut, jamaah memohon keselamatan dan keamanan bagi semua orang, keberkahan untuk keluarga dan masyarakat, serta agar segala hajat dan sholawat yang telah dipanjatkan selama acara ini diterima oleh Allah SWT.

Acara “Rejoyoso Bersholawat” yang diikuti oleh ribuan jamaah ini terbukti bukan sekadar kegiatan keagamaan semata, melainkan telah menjadi simbol yang kuat dari kerukunan warga, penguat tradisi religius, serta momentum yang sangat berharga untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan solidaritas masyarakat Desa Rejoyoso.

Harapannya, kegiatan ini tidak hanya berlangsung sekali, tetapi akan terus diadakan secara teratur di masa depan, agar dapat terus memberi kedamaian, keberkahan, dan manfaat bagi seluruh warga. Semoga Desa Rejoyoso akan terus maju dan menuju kehidupan yang semakin makmur, sejahtera, dan penuh dengan keberkahan dari Allah SWT.

(Suryadi)

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!