Malang, Krisnanewstv.co.id — Pemerintah pusat kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk periode Oktober–November 2025 kepada warga Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Total bantuan yang dialokasikan untuk kecamatan ini mencapai 6.034 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), mencakup 10 desa penerima.
Kegiatan penyaluran di Desa Bantur dilaksanakan pada Jumat (05/12/2025) pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Agung Desa Bantur. Setiap KPM menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. Untuk Desa Bantur sendiri, total penerima manfaat mencapai 902 KPM.
Kades Bantur Tekankan Pemerataan Bantuan
Kepala Desa Bantur, Nanang Kosim, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan kepada warga.
“Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan berupa beras dan minyak. Harapan kami, bantuan seperti ini harus tepat sasaran. Warga yang memang layak harus menerima, sedangkan yang sudah mampu tidak seharusnya mendapatkan bantuan agar tidak terjadi kesenjangan sosial,” tegasnya.
Penyaluran Dilakukan Hingga Tiga Hari
Pendamping Sosial Kecamatan Bantur, Andi Eka Purnama, menjelaskan bahwa proses penyaluran untuk Desa Bantur dilaksanakan selama tiga hari bagi warga dari lima dusun.
“Hari ini disalurkan sejumlah 902 KPM. Di Desa Bantur, pembagian berlangsung tiga hari: Jumat, Senin, dan Selasa. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan dapur warga karena ada beras dan minyak,” jelas Andi.
Total Distribusi Bantuan per Desa di Kecamatan Bantur
Distribusi bantuan pangan di Kecamatan Bantur terbagi ke 10 desa penerima sebagai berikut:
Desa Bantur: 902 KPM
Desa Wonorejo: 162 KPM
Desa Karangsari: 437 KPM
Desa Pringgodani: 247 KPM
Desa Srigonco: 438 KPM
Desa Sumberbening: 637 KPM
Desa Rejoyoso: 862 KPM
Desa Bandungrejo: 996 KPM
Desa Wonokerto: 774 KPM
Desa Rejosari: 787 KPM
Bantuan pangan ini bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas hidup warga desa, serta mendukung ketahanan pangan terutama bagi masyarakat yang masih berada dalam kategori miskin.

