MALANG – Krisnanewstv.co.id— Suasana khidmat yang sarat semangat juang mewarnai upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad dari Mayjen TNI Susilo kepada Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., yang digelar di Markas Divif 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (10/1/2026).
Salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Demonstrasi Pencak Silat Militer (PSM) yang diperagakan oleh prajurit Divif 2 Kostrad. Atraksi ini tampil memukau dan menjadi simbol ketangguhan serta kesiapan tempur prajurit Kostrad.
Demonstrasi PSM menampilkan rangkaian gerakan bela diri yang tegas, disiplin, dan penuh determinasi. Setiap jurus diperagakan dengan presisi tinggi, mencerminkan perpaduan harmonis antara seni bela diri tradisional Indonesia dengan teknik pertempuran modern khas militer.
Penampilan tersebut menjadi cerminan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, baik di medan operasi maupun dalam pelaksanaan tugas negara lainnya.
Perkembangan Pencak Silat Militer di lingkungan Divif 2 Kostrad dinilai mengalami kemajuan signifikan. Hal ini terlihat dari kualitas penampilan yang semakin matang, terstruktur, dan efektif sebagai bagian dari pembinaan kemampuan bela diri serta naluri tempur prajurit.

Tak heran, demonstrasi ini berhasil memukau para pejabat dan tamu undangan yang hadir, sekaligus menuai apresiasi tinggi sebagai wujud keberhasilan pembinaan jasmani, mental, dan karakter keprajuritan.
Kehadiran PSM dalam momentum Sertijab Pangdivif 2 Kostrad ini menambah makna simbolis sebagai bentuk kesinambungan tradisi, semangat juang, dan loyalitas prajurit terhadap satuan.
Melalui pembinaan Pencak Silat Militer, Divisi Infanteri 2 Kostrad menegaskan komitmennya dalam mencetak prajurit yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki mental baja, jiwa ksatria, serta kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa yang terus hidup dalam setiap langkah pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Dwi)

