Headline
Img 20251221 Wa0108
Polres Malang Siaga Operasi Lilin, Arus Kendaraan Masuk Tembus 38 Ribu per Hari
Img 20251221 Wa0075
POLRI DAN WARGA BERSINERGI CEPATKAN PEMULIHAN PASCABANJIR DI PIDIE JAYA
Img 20251221 Wa0012
POLRI TEGASKAN KESIAPAN PENGAMANAN NATAL 2025 DAN TAHUN BARU 2026 MELALUI PELAYANAN TERPADU
Img 20251219 Wa0134 1
Satlantas Polres Kediri Gelar Operasi Lilin Semeru 2025, Berlakukan Pembatasan Angkutan Barang Selama Nataru
Img 20251219 Wa0132
Wali Kota Kediri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025
Img 20251219 Wa0001
DLH Kabupaten Kediri Memperingati HMPI Dengan Hijaukan Bumi,Pulihkan Negri.
Img 20251217 Wa0014
Pemkot Kediri Gelar Dhoho Night Car Free “Mecel Bareng Mbak Wali” Sambut Akhir Tahun 2025
Polres Jombang Bongkar Ladang Ganja di Rumah Kontrakan, Ratusan Tanaman Diamankan
Img 20260724 Wa0002
Kebakaran Misterius Landa Dua Dusun Sekaligus, Warga Sumberejo Curiga Ada Unsur Sabotase
Img 20260724 Wa0015
Puskesmas Wonokerto Gelar Cek Kesehatan Gratis, Warga Desa Wonokerto Antusias Manfaatkan Layanan Jemput Bola
Img 20260723 Wa00491
Ormas 212 Loro Siji Loro Soroti Prioritas Anggaran Pemkab Jombang, Desak Transparansi demi Kepentingan Rakyat
Img 20260723 Wa0045
HANI 2026, BNN RI Ajak Bangun Generasi Bersinar: Kediri Perkuat Sinergi Perangi Narkoba
Img 20260723 Wa0026
Ditbinmas Polda Jatim Perkuat Omah Rembug, Bangun Budaya Musyawarah untuk Jaga Kamtibmas di Gresik
Img 20260723 Wa0029
Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Remaja di Surabaya
Img 20260723 Wa0023
Judul: Peneliti UM Kembangkan AI “Dolanan Jawa”, Koreksi Tulisan Aksara Jawa Siswa Secara Real-Time dengan Akurasi 93,2 Persen
Img 20260723 Wa0002
Kebakaran Lahan Tebu di Rejosari Hanguskan Sekitar 2 Hektare, Warga Soroti Respons Pemadam Kebakaran
Img 20260723 Wa0006
Kodim 0809/Kediri Bangun Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, Perkuat Akses dan Dongkrak Ekonomi Warga Kaliboto

Pemerintah Desa Gampingan Desak PT Eka Mas Fortuna Beri Penjelasan soal Polemik Limbah Plastik

Malang//krisnanewstv.co.id— Pemerintah Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, mendesak PT Eka Mas Fortuna memberikan penjelasan terkait polemik limbah plastik yang belakangan viral dan menimbulkan keresahan warga.

Desakan itu disampaikan dalam forum dialog terbuka di Balai Desa Gampingan, Senin (1/12). Forum tersebut dihadiri Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Muspika Kecamatan Pagak, perangkat desa, warga, serta perwakilan PT Alam Sinar. Namun, perwakilan PT Eka Mas Fortuna tidak hadir.

Kepala Desa Gampingan, Ila Husna, mengatakan dialog ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah laporan dan keluhan masyarakat terkait aktivitas pengelolaan limbah plastik yang diduga berdampak pada lingkungan.

“Ada beberapa kejadian yang viral. Pemerintah desa bergerak cepat bersama PT Alam Sinar untuk memastikan persoalan ini segera menemukan solusi,” kata Ila.

Ia menyayangkan ketidakhadiran PT Eka Mas Fortuna dalam forum tersebut. Menurutnya, perusahaan itu merupakan pelaku industri terbesar yang berdomisili di Gampingan.

“Kami berharap perusahaan apa pun yang beroperasi di wilayah kami dapat memberi manfaat bagi warga. Gampingan dan Sumberjo harus diprioritaskan dalam hal tenaga kerja maupun kompensasi sosial. Komitmen itu pernah disampaikan, tetapi kini justru muncul persoalan limbah,” ujarnya.

Direktur Utama PT Alam Sinar, H. Rofi’i Iswahyudi, yang juga donatur tetap Desa Gampingan, menjelaskan bahwa lebih dari 1.280 pelaku usaha kecil di Gampingan dan Sumberjo menggantungkan penghasilan dari aktivitas pemanfaatan limbah plastik.

Namun, seluruh aktivitas pengambilan limbah saat ini dihentikan sementara sambil menunggu keputusan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Rofi’i menegaskan bahwa perusahaan telah menerbitkan surat pernyataan resmi yang berisi komitmen untuk tidak melakukan pembakaran limbah reject plastik maupun residu lainnya. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen tidak menjual atau memberikan limbah kepada pihak yang berpotensi melakukan pembakaran ilegal.

“Jika kami melanggar, kami siap dituntut sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, mengatakan pembakaran limbah plastik dilarang keras karena berisiko tinggi terhadap kesehatan.

Menurut dia, pembakaran plastik pada suhu rendah dapat menghasilkan dioksin, zat berbahaya pemicu kanker yang dapat mencemari udara, air, dan rantai makanan hewan ternak.

“Pengolahan plastik hanya aman jika menggunakan teknologi bersuhu tinggi seperti fasilitas RDF (Refuse Derived Fuel) di industri semen, yang beroperasi pada suhu di atas 1.000 derajat celsius,” katanya.

DLH menawarkan dua opsi solusi bagi warga terdampak, yaitu transformasi mata pencaharian menuju pekerjaan yang lebih aman, serta penggunaan bahan bakar alternatif seperti briket organik dan kompor ber-aerasi untuk menggantikan limbah plastik.

CEO Cipta Lestari, Bimo, menambahkan pentingnya standarisasi RDF agar limbah olahan dapat diterima pabrik semen tanpa risiko. Grupnya saat ini mengelola delapan fasilitas pengolahan limbah di sejumlah daerah, termasuk pengolahan 200 ton plastik per hari di Kudus.

Meski forum berlangsung kondusif, ketidakhadiran PT Eka Mas Fortuna tetap menjadi sorotan pemerintah desa. Warga berharap perusahaan segera memberikan klarifikasi dan langkah konkret untuk menyelesaikan polemik limbah plastik yang meresahkan.

Pemerintah Desa Gampingan menegaskan pihaknya terus memperjuangkan kepentingan masyarakat dan memastikan aktivitas industri di wilayah tersebut berjalan sesuai aturan lingkungan serta memberi manfaat sosial bagi warga.

(eddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!