Malang, Krisnanewstv.co.id — Dunia pendidikan Kota Malang kembali menjadi perhatian publik. SD Negeri 2 Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, dilanda polemik menyusul mutasi mendadak seorang guru senior, Sartono Muhtar, yang memicu keberatan dan protes dari sejumlah wali murid, Jumat (19/12/2025).
Mutasi tersebut dilakukan di tengah berlangsungnya masa ujian sekolah, sehingga dinilai kurang tepat secara waktu dan minim komunikasi kepada wali murid. Kondisi ini memunculkan keresahan, mengingat Sartono Muhtar dikenal sebagai figur pendidik yang dekat dengan siswa dan memiliki peran penting dalam proses pembelajaran.
“Anak-anak sedang menghadapi ujian, tapi justru harus beradaptasi dengan perubahan besar. Ini berdampak pada kondisi psikologis mereka,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa mutasi guru merupakan bagian dari mekanisme kepegawaian yang diatur dalam Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023, Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2019, serta PP Nomor 19 Tahun 2017. Namun, penjelasan normatif tersebut dinilai belum menjawab pertanyaan utama wali murid terkait urgensi, waktu pelaksanaan, serta dasar pertimbangan kebijakan tersebut.
Situasi semakin memanas ketika sejumlah siswa dikabarkan tidak masuk sekolah sebagai bentuk ekspresi kekecewaan.
Pernyataan kepala sekolah yang menyebut bahwa aksi tersebut dipengaruhi oleh peran orang tua turut menuai kritik dan menjadi sorotan publik.
“Kami merasa pernyataan itu tidak menyelesaikan masalah, justru menambah jarak antara sekolah dan wali murid,” ungkap orang tua siswa lainnya.
Wali murid mengaku telah menyampaikan petisi dan aspirasi resmi kepada pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan, namun hingga saat ini belum memperoleh penjelasan atau langkah konkret yang dianggap memadai. Mereka juga menilai sejumlah pemberitaan sebelumnya belum sepenuhnya menggambarkan kondisi dan dinamika yang terjadi di lapangan.
Para orang tua berharap adanya klarifikasi terbuka, evaluasi menyeluruh, serta pendekatan yang lebih dialogis dalam penyelesaian persoalan ini. Mereka menekankan agar kepentingan dan kenyamanan peserta didik tetap menjadi prioritas utama.
Polemik di SDN 2 Bakalan Krajan hingga kini masih berproses. Publik menantikan langkah konkret dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Malang guna meredam gejolak serta memulihkan iklim pendidikan yang kondusif.
Redaksi Krisnanewstv.co.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait demi keberimbangan informasi.
(Tim)
Bersambung…

