Blitar, Krisnanewstv.co.id – Komitmen memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Blitar memasuki babak baru. Rekan Indonesia Kabupaten Blitar bersama Rekan Indonesia Jawa Timur menggelar audiensi strategis dengan Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M., Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Sugeng Suroso, S.Kom., BPJS Kesehatan, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (28/7/2026).
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi menghasilkan Surat Pernyataan Kesanggupan yang ditandatangani sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat terwujudnya Universal Health Coverage (UHC) menuju angka 98 persen, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan tata kelola anggaran yang lebih transparan serta akuntabel.
Sejumlah poin strategis menjadi fokus kesepakatan, mulai dari percepatan perlindungan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan, validasi data kepesertaan JKN, peningkatan mutu layanan di Puskesmas dan RSUD, evaluasi Dana Kapitasi JKN, audit BLUD rumah sakit, transparansi pengelolaan anggaran kesehatan, hingga penyusunan Roadmap Percepatan UHC 2026–2027 yang akan dipantau secara berkala.
Dalam dokumen komitmen tersebut juga ditetapkan target kinerja yang terukur. Di antaranya, pencapaian UHC sebesar 98 persen secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah, evaluasi Dana Kapitasi JKN minimal dua kali selama 2026, pelaksanaan audit BLUD RSUD sedikitnya satu kali, rapat evaluasi pelayanan kesehatan minimal dua kali, serta publikasi laporan anggaran kesehatan dan BLUD setiap semester sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat.

Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M. menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Blitar menyambut positif masukan dari Rekan Indonesia dan berkomitmen menjadikan hasil audiensi sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan.
“Kami mengapresiasi masukan dan kepedulian Rekan Indonesia terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Blitar. Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen melakukan langkah-langkah nyata untuk meningkatkan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan, memperbaiki kualitas pelayanan, serta mengoptimalkan pengelolaan anggaran kesehatan sesuai kemampuan keuangan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Rijanto.
Ia juga menegaskan seluruh OPD terkait akan bergerak secara terpadu agar setiap target yang telah disepakati dapat direalisasikan secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Sugeng Suroso, S.Kom. memastikan lembaganya akan mengawal seluruh komitmen tersebut melalui fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi.
“Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar mendukung penuh peningkatan pelayanan kesehatan dan percepatan UHC. Kami akan mengawal implementasi komitmen ini agar seluruh masyarakat Kabupaten Blitar memperoleh hak pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua KPW Rekan Indonesia Jawa Timur Bagus Romadon menyebut lahirnya komitmen tertulis ini merupakan langkah penting karena disertai target dan indikator yang jelas.

“Hari ini bukan sekadar audiensi, tetapi lahir komitmen tertulis yang memiliki target dan indikator yang jelas. Rekan Indonesia akan terus mengawal pelaksanaan seluruh poin kesepakatan agar target UHC menuju 98 persen benar-benar tercapai dan masyarakat Kabupaten Blitar mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin baik,” ungkap Bagus.
Menurutnya, Rekan Indonesia akan terus mengambil peran sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mengawal peningkatan mutu pelayanan kesehatan, transparansi pengelolaan anggaran, serta perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan.
Dengan lahirnya komitmen bersama ini, diharapkan percepatan UHC di Kabupaten Blitar tidak hanya menjadi target administratif, tetapi benar-benar menghadirkan akses layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.red

