Krisnanewstv.co.id | Malang – Memasuki masa purnabhakti bukan berarti akhir dari pengabdian. Justru sebaliknya, masa pensiun menjadi awal untuk tetap berkarya, mandiri, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat inilah yang menjadi ruh dalam Pelatihan Persiapan Purnabhakti Kelas Eksekutif (Blended Learning) yang digelar di Pesantren Al Azhar, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Bafain Group di bawah kepemimpinan Gus Indra tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang merupakan pejabat Eselon I dan Eselon II Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pelatihan dirancang sebagai bekal bagi para peserta agar mampu menghadapi masa purnatugas dengan kesiapan mental, wawasan kewirausahaan, serta tetap produktif di tengah masyarakat.
Hadir sebagai narasumber, Wakil Bupati Malang Hj. Latifah Shohib menekankan pentingnya mempersiapkan masa purnabhakti dengan optimisme dan semangat untuk terus berkarya.
Menurutnya, pengalaman panjang yang dimiliki para aparatur negara merupakan aset berharga yang dapat terus dimanfaatkan demi kemajuan masyarakat, meskipun telah menyelesaikan masa tugas sebagai abdi negara.
Sementara itu, CEO PT Bafain Group, Gus Indra, menyampaikan bahwa purnabhakti bukanlah garis akhir, melainkan gerbang menuju babak baru kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.

“Masa purnabhakti adalah kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, membangun usaha, dan tetap berkontribusi bagi bangsa serta masyarakat,” ungkapnya.
Pelatihan juga menghadirkan Pendiri Pesantren Tani Indonesia, Kang Ali Usman, yang membagikan wawasan mengenai peluang usaha di sektor pertanian. Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki prospek yang menjanjikan bagi para purnabhakti karena tidak hanya mampu menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi aktivitas yang produktif dan bermanfaat.
“Kami berharap para peserta melihat pertanian sebagai peluang usaha yang berkelanjutan. Melalui konsep Pesantren Tani Indonesia, kami ingin mendorong lahirnya pesantren-pesantren yang mandiri dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat menuju kesejahteraan,” ujar Kang Ali Usman.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi melalui metode blended learning, yakni perpaduan pembelajaran tatap muka dan daring. Metode ini memberikan keseimbangan antara teori, praktik, diskusi, serta motivasi sehingga peserta memiliki bekal yang komprehensif dalam menyongsong masa purnabhakti.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pejabat yang akan memasuki masa pensiun tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memiliki semangat baru untuk terus berkarya, berwirausaha, dan menjadi inspirasi di tengah masyarakat.
(Arifpin)

