MALANG, Krisnanewstv.co.id – Tradisi budaya warisan leluhur kembali digelar oleh Pemerintah Desa Srigonco melalui Selamatan Adat Sesaji Satu Suro ke-120 yang dipusatkan di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan sakral yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir selatan Malang tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah. Ribuan warga Desa Srigonco bersama tamu undangan memadati kawasan Pantai Balekambang untuk menyaksikan prosesi larung sesaji yang telah menjadi identitas budaya masyarakat setempat selama lebih dari satu abad.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Bantur Makhfud, Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Saifudin, S.H., M.H., perwakilan Koramil Bantur, ADM/Asper Perhutani KPH Malang Astiko, Pos TNI AL Sendangbiru, PSR, UPTD Puskesmas Bantur, Pengawas Pendidikan Kecamatan Bantur, Perumda Jasa Yasa, para mantan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa STIKes, perangkat desa, RT/RW, Karang Taruna, TP PKK, serta masyarakat Desa Srigonco.Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang dipandu Heri “Centot” dengan gaya khasnya yang mampu menghidupkan suasana.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia sekaligus Ketua Adat, Mbah Siono Karyo Utomo.Dalam sambutannya, Mbah Karyo menegaskan bahwa Tradisi Larung Sesaji Satu Suro merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang diberikan kepada masyarakat Desa Srigonco.“Tradisi ini bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para leluhur serta upaya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Srigonco Didit Puji Laksono menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus melestarikan tradisi yang menjadi aset budaya sekaligus kebanggaan masyarakat setempat.“Selamatan Adat Sesaji Satu Suro merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga bersama.
Selain mempererat persaudaraan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengenalkan kearifan lokal Desa Srigonco kepada masyarakat luas,” kata Didit.Mewakili Muspika Bantur, Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Saifudin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Menurutnya, tradisi tersebut menjadi contoh harmonisasi antara budaya, masyarakat, dan pemerintah.Apresiasi serupa juga disampaikan ADM KPH Malang Astiko. Ia menilai pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan kenduri atau syukuran bersama yang diiringi doa untuk keselamatan, kesejahteraan, dan kemakmuran masyarakat Desa Srigonco. Selanjutnya dilakukan penyerahan sesaji sebagai bagian dari prosesi adat.

Suasana haru menyelimuti acara saat Kepala Desa Srigonco Didit Puji Laksono melakukan sungkeman kepada orang tua dan keluarga sebagai bentuk penghormatan sekaligus memohon doa restu sebelum prosesi larung dimulai.Puncak acara berlangsung saat prosesi Larung Sesaji dipimpin langsung oleh Kepala Desa Didit Puji Laksono bersama istri. Dengan diiringi perangkat desa, tokoh adat, dan masyarakat, rombongan mengarak Jolen, rumah-rumahan kecil yang berisi kepala kambing kendit serta berbagai sesaji lainnya menuju bibir Pantai Balekambang untuk dilarung ke laut.
Prosesi larung sesaji tersebut menjadi simbol ungkapan rasa syukur sekaligus doa bersama agar masyarakat Desa Srigonco senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari segala marabahaya, memperoleh hasil panen dan tangkapan laut yang melimpah, serta mendapatkan keberkahan dalam menjalani kehidupan pada tahun yang akan datang.Dengan tetap menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan spiritualitas, Selamatan Adat Sesaji Satu Suro ke-120 menjadi bukti bahwa tradisi leluhur masih hidup dan terus diwariskan sebagai perekat persatuan masyarakat Desa Srigonco di tengah perkembangan zaman.(Dwi)

