Deklarasi YAKUZA MANEGES di Kediri Gegerkan Publik, Satukan Tokoh Besar hingga Mantan Preman dalam Gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Img 20260513 Wa0036
1001503708

Kediri — Ballroom Hotel Bukit Daun menjadi saksi lahirnya sebuah organisasi yang langsung menyita perhatian publik. Organisasi YAKUZA MANEGES resmi mendeklarasikan keberadaannya pada Sabtu (9/05/2026), dengan menghadirkan jajaran tokoh penting dari unsur pemerintahan, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, hingga perguruan pencak silat besar di Jawa Timur.

Deklarasi ini disebut bukan sekadar seremoni biasa. Nama “YAKUZA” yang identik dengan dunia mafia justru menjadi simbol perubahan besar bagi mereka yang ingin kembali ke jalan kebaikan. Di balik nama kontroversial itu, tersimpan filosofi mendalam:

[Y]ang [A]walnya [K]otor [U]jungnya [Z]uhud [A]badi

Acara tersebut dihadiri Walikota Kediri, AKBP Edi Herwiyanto selaku Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, unsur Polres Kediri, Dandim, Danbrig, Danyon 521, pihak Kejaksaan, hingga PCNU. Tak hanya itu, sejumlah pimpinan organisasi besar juga tampak hadir seperti Ketua Pemuda Pancasila, Ketua GRIB Jaya Kediri, Ketua GRIB Jatim, Ketua Jawara Surabaya, hingga pendiri Sakera.

Deretan ketua perguruan silat ternama turut memenuhi ballroom, mulai dari PSHT, PSHW, Pagar Nusa, IKSPI Kera Sakti, hingga sejumlah pimpinan LSM ternama di Kediri dan Jawa Timur.

Di bawah komando Den Gus Thuba (DGT), YAKUZA MANEGES hadir membawa semangat spiritual, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Organisasi ini secara terbuka mengakui bahwa sebagian besar anggotanya berasal dari kalangan preman, mantan narapidana, bahkan kelompok jalanan yang selama ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Namun justru dari latar belakang itulah, organisasi ini ingin membuktikan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah.

“Tidak ada manusia yang terlahir buruk, dan tidak ada pintu yang tertutup bagi mereka yang ingin kembali.”

Prinsip tersebut menjadi ruh utama organisasi yang disebut-sebut terinspirasi dari perjuangan dakwah Almarhum Gus Miek di luar lingkungan pesantren, khususnya dalam merangkul kaum marginal dan masyarakat yang jauh dari nilai agama.

YAKUZA MANEGES mengusung visi besar sebagai:

  • Penjaga yang lemah
  • Pembela yang benar
  • Pembenah yang salah

Sementara misi yang mereka gaungkan meliputi:

  • Kemanusiaan dan keadilan sosial
  • Merangkul masyarakat awam hingga lintas agama
  • Membantu masyarakat yang menghadapi persoalan hukum maupun non-hukum
  • Pendampingan fisik, mental, dan psikis
  • Memantau hingga menindak persoalan sosial, asusila, dan kenakalan yang meresahkan masyarakat
1001503707

Deklarasi ini pun memantik perhatian luas. Banyak pihak menilai kemunculan YAKUZA MANEGES menjadi fenomena baru di Jawa Timur karena mampu menyatukan tokoh pemerintahan, aparat, organisasi masyarakat, hingga mantan kelompok jalanan dalam satu gerakan perubahan sosial dan spiritual.

Dengan jargon keras namun penuh makna, YAKUZA MANEGES ingin menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar organisasi biasa, melainkan wadah pembinaan bagi mereka yang pernah tersesat untuk kembali menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat dan agama.

Kembali ke Atas
error: Konten dilindungi hak cipta!