Kediri krisnanewstv co.id – Sebuah unggahan viral dari akun Facebook “Warga Kota/Kab Kediri” sukses menyita perhatian warganet setelah menampilkan transformasi luar biasa sebuah saluran irigasi di Desa Susuhbango, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, menjadi destinasi wisata estetik yang kini dijuluki “Malioboro Kediri”.
Taman yang dikenal dengan nama Taman Pinka Susuhbango itu kini menjadi magnet baru wisata lokal. Dulunya hanya selokan biasa di pinggir persawahan, kini kawasan tersebut berubah menjadi ruang publik cantik lengkap dengan lampu hias, kursi taman bergaya Malioboro, hingga hamparan bunga warna-warni yang memanjakan mata pengunjung.
Dalam postingan yang ramai dibagikan tersebut dijelaskan, proses perubahan kawasan ini dimulai sejak tahun 2021 saat pemerintah desa melakukan pengecoran trotoar di atas saluran air. Namun seiring waktu, kawasan itu terus dipercantik hingga pada awal 2024 tampil dengan wajah baru yang viral di media sosial.
“Ini bukan sekadar taman biasa, tapi bukti bahwa desa juga bisa tampil modern, kreatif, dan membanggakan,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Keberadaan Taman Pinka dinilai bukan hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan. Dengan konsep wisata gratis dan kuliner murah meriah mulai Rp10 ribuan, kawasan ini mampu menghidupkan UMKM lokal sekaligus menjadi tempat favorit warga untuk bersantai.
Saat sore menjelang malam, suasana di sekitar taman disebut semakin memikat. Pengunjung bisa duduk santai menikmati semilir angin sawah sambil melihat lampu-lampu estetik yang menyala di sepanjang jalur taman. Pemandangan bunga Celosia merah dan kuning yang tertata rapi membuat lokasi ini disebut-sebut sebagai salah satu spot foto terbaik di wilayah Kediri bagian selatan.
Tak sedikit warga berharap keberhasilan Taman Pinka Susuhbango bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi wisata berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Berlokasi di Desa Susuhbango, Kecamatan Ringinrejo, tempat ini juga cukup mudah dijangkau, bahkan hanya sekitar 30 menit perjalanan dari Tulungagung. Pengunjung yang datang malam hari disarankan membawa jaket karena suasana angin persawahan cukup dingin.
Fenomena viralnya Taman Pinka Susuhbango menjadi bukti bahwa kreativitas dan semangat gotong royong desa mampu mengubah tempat sederhana menjadi destinasi wisata yang membanggakan masyarakat lokal.

